Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

BI Pertahankan Suku Bunga, Peluang Masuknya Asing Masih Besar

Analis menilai aliran modal masuk asing (capital inflow) ke depannya masih terbuka lebar. Hal itu ditopang oleh keputusan Bank Indonesia untuk mempertahankan tingkat suku bunga dan kecenderungan kebijakan Bank Sentral AS (Federal Reserve) yang lebih dovish.
Dwi Nicken Tari
Dwi Nicken Tari - Bisnis.com 21 Februari 2019  |  19:11 WIB
Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo (tengah) dalam konferensi pers usai Rapat Dewan Gubernur (RDG) BI pada 20-21 Februari 2019 di Gedung BI, Jakarta, Kamis (21/2). - Bisnis/Hadijah Alaydrus
Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo (tengah) dalam konferensi pers usai Rapat Dewan Gubernur (RDG) BI pada 20-21 Februari 2019 di Gedung BI, Jakarta, Kamis (21/2). - Bisnis/Hadijah Alaydrus

Bisnis.com, JAKARTA — Analis menilai aliran modal masuk asing (capital inflow) ke depannya masih terbuka lebar. Hal itu ditopang oleh keputusan Bank Indonesia untuk mempertahankan tingkat suku bunga dan kecenderungan kebijakan Bank Sentral AS (Federal Reserve) yang lebih dovish.

Adapun, IIHSG bergerak variatif di sepanjang perdagangan Kamis (21/2/2019), sebelum akhirnya mendarat di zona hijau. IHSG ditutup menguat 0,38% ke level 6.537 didorong oleh sentimen positif dari optimisme para pelaku pasar.

Analis Binaartha Sekuritas M. Nafan Aji Gusta Utama menyampaikan, para pelaku pasar mengapresiasi keputusan Bank Indonesia untuk menahan suku bunga acuan 7-Days Repo Rate pada level 6% dalam rapat kebijakan yang berakhir pada Kamis (21/2/2019).

Keputusan BI tersebut menyusul nada seimbang antara dovish dan hawkish yang dikeluarkan oleh Bank Sentral AS (Federal Reserve) dalam risalah rapat komite pasar terbuka federal (FOMC Meeting Minutes).  

Adapun dalam notulensi rapat tersebut, The Fed memberikan sinyal masih mempertimbangkan untuk menaikkan suku bunga pada tahun ini. Adapun konsensus ekonom menunjukkan bahwa The Fed bisa menaikkan suku bunga sebanyak satu kali pada 2019.

Dengan demikian, lanjut Nafan, kesempatan bagi masuknya aliran modal masuk asing (capital inflow) ke emerging market, termasuk Indonesia, depannya masih terbuka lebar.

“Stabilitas fundamental makroekonomi domestik yang inklusif dan berkesinambungan memberikan dampak positif bagi meningkatnya capital inflow yang mengalir di pasar modal dalam negeri,” ujarnya kepada Bisnis.com, Kamis (21/2/2019).

Adapun di sepanjang perdagangan Kamis (21/2/2019), investor asing tercatat melakukan beli bersih (net buy) sebesar Rp351,19 miliar. Sementara secara year-to-date, net buy investor asing telah mencapai Rp11 triliun.

Sementara dari sisi eksternal, Nafan menambahkan, optimisme juga datang dari perkembangan negosiasi dagang antara Amerika Serikat dan China yang bakal menghasilkan kesepakatan komprehensif dalam bentuk MoU.

 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

IHSG bank indonesia Suku Bunga Kebijakan The Fed
Editor : Riendy Astria
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top