Bursa Asia Turun, IHSG Tetap Kuat di Level 6.500

Penguatan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berlanjut pada akhir sesi I perdagangan hari ini, Selasa (19/2/2019).
Renat Sofie Andriani
Renat Sofie Andriani - Bisnis.com 19 Februari 2019  |  13:32 WIB
Bursa Asia Turun, IHSG Tetap Kuat di Level 6.500
Karyawan beraktivitas di dekat papan penunjuk pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Jakarta, Senin (4/2/2019). - Bisnis/Felix Jody Kinarwan

Bisnis.com, JAKARTA – Penguatan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berlanjut pada akhir sesi I perdagangan hari ini, Selasa (19/2/2019).

Berdasarkan data Bloomberg, pergerakan IHSG menguat 0,32% atau 20,65 poin ke level 6.518,47 pada akhir sesi I dari level penutupan perdagangan sebelumnya.

Pada perdagangan Senin (18/2), IHSG berakhir di level 6.497,81 dengan penguatan tajam 1,70% atau 108,73 poin. Indeks mulai melanjutkan penguatannya ketika dibuka naik 0,04% atau 2,89 poin di posisi 6.500,70 pagi tadi.

Sepanjang perdagangan hari ini, IHSG bergerak di level 6.500,70 – 6.534,01. Sebanyak 224 saham menguat, 163 saham melemah, dan 240 saham stagnan dari 627 saham yang diperdagangkan.

Sebanyak tujuh dari sembilan sektor bergerak di zona hijau, dipimpin sektor tambang (+1,74%) dan sektor pertanian (+0,91%). Adapun sektor aneka industri dan industri dasar menetap di zona merah dengan pelemahan 0,62% dan 0,37% masing-masing.

Saham PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (BBRI) dan PT Bank Maybank Indonesia Tbk. (BNII) yang masing-masing naik 2,34% dan 20,93% menjadi pendorong utama pergerakan IHSG siang ini.

Indeks saham lainnya di kawasan Asia cenderung bergerak variatif siang ini. Indeks Topix dan Nikkei 225 Jepang masing-masing naik 0,24% dan 0,17%, indeks Hang Seng Hong Kong turun 0,28%, sedangkan indeks Kospi Korea Selatan turun 0,32%.

Adapun di China, dua indeks saham utamanya yakni Shanghai Composite dan CSI 300 masing-masing turun 0,28% dan 0,40%.

Secara keseluruhan, indeks MSCI Asia Pacific selain Jepang turun 0,1%, tetapi masih bergerak di kisaran level tertingginya dalam empat bulan.

Perundingan perdagangan antara Amerika Serikat (AS) dan China mendominasi pemberitaan hari ini dengan digelarnya putaran baru perundingan di Washington pada hari ini waktu setempat, setelah pertemuan di Beijing pekan lalu.

Laporan mengenai adanya progres yang dicapai dalam perundingan pekan lalu telah mendorong harapan di kalangan investor bahwa kedua negara dapat mencapai kompromi soal konflik perdagangan mereka pada 1 Maret, meskipun tak banyak detail yang terdengar terkait hal ini.

Di sisi lain, risalah rapat pertemuan bank sentral AS Federal Reserve pada Januari yang akan dirilis pekan ini kemungkinan akan menunjukkan seberapa yakin para pembuat kebijakan untuk menunda kenaikan suku bunganya.

“Dalam sepekan terakhir, sepertinya bank-bank sentral global telah memulai kemungkinan proses pelonggaran moneter,” jelas pakar strategi Bank of America-Merrill Lynch Ajay Singh Kapur dalam risetnya.

“Jika demikian, ini akan sangat positif untuk saham Asia atau emerging market,” tambah Kapur, seperti dilansir Reuters.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
IHSG

Editor : Fajar Sidik

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top