Aset Berisiko Terkerek, IHSG Cetak Kenaikan Terbesar

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sukses mempertahankan reboundnya bahkan berakhir menguat cukup tajam pada perdagangan hari ini, Senin (18/2/2019).
Renat Sofie Andriani
Renat Sofie Andriani - Bisnis.com 18 Februari 2019  |  17:14 WIB
Aset Berisiko Terkerek, IHSG Cetak Kenaikan Terbesar
Karyawan melintas di dekat papan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Jakarta, Rabu (23/1/2019). - Bisnis/Felix Jody Kinarwan

Bisnis.com, JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sukses mempertahankan reboundnya, bahkan berakhir menguat cukup tajam pada perdagangan hari ini, Senin (18/2/2019).

Berdasarkan data Bloomberg, IHSG ditutup menguat 1,70% atau 108,73 poin di level 6.497,81 dari level penutupan perdagangan sebelumnya. Pada perdagangan Jumat (15/2), IHSG berakhir di level 6.389,08 dengan pelemahan 0,48% atau 30,93 poin.

Indeks mulai rebound dari pelemahannya ketika dibuka naik 0,61% atau 39,19 poin di posisi 6.428,28 pagi tadi. Sepanjang perdagangan hari ini, IHSG bergerak di level 6.425,92 – 6.501,03.

Kenaikan yang dibukukan IHSG pada akhir perdagangan hari ini sekaligus menjadi yang terbesar kedua sejak akhir November 2018. Pada 29 November, IHSG tercatat membukukan kenaikan 1,9%.

Seluruh sembilan sektor dalam IHSG berakhir di teritori positif, dipimpin sektor aneka industri (+2,93%), infrastruktur (+2,46%), dan konsumer (+2,07%).

Dari 627 saham yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI), sebanyak 264 saham menguat, 148 saham melemah, dan 215 saham stagnan.

Saham PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA) dan PT HM Sampoerna Tbk. (HMSP) yang masing-masing naik 2,24% dan 2,97% menjadi pendorong utama atas penguatan IHSG pada akhir perdagangan.

Sejalan dengan IHSG, nilai tukar rupiah rebound dan ditutup menguat 47 poin atau 0,33% di level Rp14.107 per dolar AS, setelah melemah selama dua hari berturut-turut sebelumnya.

Kendati demikian, aksi jual bersih oleh investor asing masih terus berlanjut pada perdagangan hari ketujuh berturut-turut. Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia, investor asing membukukan net sell sebesar Rp147,02 miliar pada perdagangan hari ini.

Indeks Bisnis-27 ikut rebound dan memutuskan rangkaian pelemahan yang dialami tujuh hari perdagangan beruntun sebelumnya. Indeks Bisnis-27 ditutup di zona hijau dengan kenaikan tajam 2,20% atau 12,24 poin di level 568,40.

Indeks saham lainnya di Asia juga berakhir menguat, di antaranya indeks FTSE Straits Times Singapura (+0,81%), indeks FTSE Malay KLCI (+0,23%), dan indeks PSEi Filipina (+0,79%). 

Di Jepang, indeks Topix dan Nikkei 225 masing-masing ditutup menguat 1,56% dan 1,82%. Indeks Kospi Korea Selatan naik 0,67%, indeks Hang Seng Hong Kong menguat 1,60%, sedangkan dua indeks saham utama di China, Shanghai Composite dan CSI 300 masing-masing berakhir melonjak 2,68% dan 3,21%.

Indeks World All-Country, yang melacak pergerakan indeks saham di seluruh dunia, pun naik 0,3% setelah indeks Nikkei Jepang ditutup menguat 1,8% di level tertingginya sepanjang tahun ini. Adapun indeks saham Asia MSCI naik hampir 1%.

Penguatan bursa saham global secara keseluruhan didorong harapan progres perundingan perdagangan AS-China serta ekspektasi stimulus kebijakan dari bank-bank sentral dunia.

Presiden AS Donald Trump mengatakan mungkin akan memperpanjang batas waktu pengenaan tarif yang sebelumnya ditetapkan pada 1 Maret demi mencapai kesepakatan. Pekan lalu, kedua belah pihak melaporkan progress perundingan yang telah berlangsung di Beijing.

“Progres dalam perundingan AS-China dan penghindaran penutupan layanan pemerintah (government shutdown) lebih lanjut membantu menjaga sentimen positif aset berisiko,” kata Shinsuke Kajita, kepala strategi di Resona Holdings Inc., Tokyo, seperti dikutip Bloomberg.

Saham-saham pendorong IHSG:

Kode

(%)

BBCA

+2,24

HMSP

+2,97

ASII

+3,62

TLKM

+2,90

UNVR

+2,97

Saham-saham penekan IHSG:                   

Kode

(%)

JPFA

-7,41

TPIA

-1,35

BNLI

-3,17

RODA

-11,63

LPPF

-3,66

Sumber: Bloomberg

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
IHSG, rekomendasi saham

Editor : Fajar Sidik

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top