Harga Minyak Terbebani Spekulasi Diskusi Perdagangan AS-China

Harga minyak mentah turun pada perdagangan Senin (11/2/2019), tertekan kekhawatiran kebuntuan dalam perundingan perdagangan AS-China yang menyulut keresahan soal pertumbuhan global.
Renat Sofie Andriani | 12 Februari 2019 07:42 WIB
Minyak West Texas Intermediate - Reuters

Bisnis.com, JAKARTA – Harga minyak mentah turun pada perdagangan Senin (11/2/2019), tertekan kekhawatiran kebuntuan dalam perundingan perdagangan AS-China yang menyulut keresahan soal pertumbuhan global.

Berdasarkan data Bloomberg, harga minyak West Texas Intermediate (WTI) untuk kontrak Maret 2019 ditutup turun 31 sen di level US$52,41 per barel di New York Mercantile Exchange, level terendah sejak 28 Januari.

Adapun harga minyak Brent untuk pengiriman April 2019 berakhir melemah 59 sen di level US$61,51 per barel di ICE Futures Europe exchange London.

Dilansir Bloomberg, para perunding AS dan China melanjutkan perundingan untuk membahas sejumlah isu perdagangan di Beijing pekan ini, tetapi Presiden Donald Trump dan Presiden China Xi Jinping tidak memiliki rencana untuk bertemu sebelum batas waktu 1 Maret yang ditetapkan guna menghindari kenaikan tarif pada impor China.

Turut membebani sentimen minyak, dolar AS mencapai nilai tertingginya dalam hampir dua bulan di tengah pelemahan data ekonomi, sehingga mengikis permintaan untuk komoditas macam minyak yang dihargai dalam mata uang AS tersebut.

Harga minyak WTI telah berbalik arah menurun setelah mencatat rekor kenaikan terbaik pada Januari karena investor melihat sedikit kemajuan dalam perang perdagangan dan peringatan atas prospek pertumbuhan dari penjuru dunia.

Dengan demikian, momentum untuk minyak yang datang dari pengurangan pasokan oleh OPEC dan sekutunya, serta sanksi terhadap produsen besar seperti Venezuela dan Iran, pun terhenti.

“Satu hal yang belum membaik dan sekarang menjadi spekulasi adalah perundingan perdagangan AS-China,” kata Harry Tchilinguirian, kepala strategi pasar komoditas di BNP Paribas SA, London.

“Hal itu akan menjadi penggerak pasar global sampai kita melihat adanya resolusi.”

Pasar berharap bahwa dua ekonomi terbesar di dunia itu bisa memiliki tujuan yang sama dalam negosiasi perdagangan mereka, bahkan setelah Trump mengatakan tidak berencana bertemu dengan Xi Jinping sebelum 1 Maret.

Perwakilan Dagang Amerika Robert Lighthizer dan Menteri Keuangan Steven Mnuchin telah bertolak ke Beijing untuk berdiskusi menyelesaikan masalah tersebut.

“Investor mencari aman,” ujar Bart Melek, kepala strategi komoditas global di TD Securities.

Menurut Melek, meski sebagian besar investor saat ini tidak melihatnya dalam minyak mentah, ada beberapa tanda bullish, seperti kecenderungan perlambatan produksi di Venezuela, Kanada, dan minyak shal AS akibat hambatan politik atau pun keuangan.

Tag : Harga Minyak
Editor : Mia Chitra Dinisari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top