Rupiah Lesu, IHSG Ditutup Berbalik Melemah

Berdasarkan data Bloomberg, IHSG ditutup melemah 0,17% atau 11,42 poin di level 6.536,11, meskipun sempat dibuka menguat 0,13% atau 8,24 poin di level 6.556,11.
Aprianto Cahyo Nugroho | 07 Februari 2019 17:37 WIB
Karyawan beraktivitas di dekat papan penunjuk pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Jakarta, Senin (4/2/2019). - Bisnis/Felix Jody Kinarwan

Bisnis.com, JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berakhir melemah pada akhir perdagangan hari ini, Kamis (7/2/2019).

Berdasarkan data Bloomberg, IHSG ditutup melemah 0,17% atau 11,42 poin di level 6.536,11, meskipun sempat dibuka menguat 0,13% atau 8,24 poin di level 6.556,11.

Adapun pada perdagangan kemarin, Rabu (6/2), IHSG ditutup menguat 1,02% atau 66,43 poin ke level 6.547,88.

Sepanjang perdagangan hari ini, IHSG bergerak di level 6.517,22 – 6.563,98.

Enam dari sembilan sektor IHSG berakhir di zona merah, didorong sektor pertanian yang turun 0,93% dan disusul sektor industri dasar dengan pelemahan 0,84%.

Di sisi lain tiga sektor menguat dan menahan pelemahan IHSG lebih lanjut, dipimpin sektor infrastruktur yang menguat 0,23%.

Dari 627 saham yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI), sebanyak 199 saham menguat, 226 saham melemah, dan 202 saham lainnya stagnan.

Saham PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk. (CPIN) dan PT Japfa Comfeed Tbk. (JPFA) yang masing-masing melemah 2,5% dan 5,37% menjadi penekan utama atas pelemahan IHSG hari ini.

Pelemahan IHSG sejalan dengan nilai tukar rupiah yang ditutup terdepresiasi pada perdagangan hari ini. Rupiah ditutup turun 0,38% atau 53 poin ke level Rp13.973 per dolar AS.

IHSG melemah menyusul rilis data cadangan devisa Indonesia yang turun US$600 juta menjadi US$120,1 miliar pada Januari 2019, dari US$120,7 miliar pada akhir Desember 2018.

Direktur Eksekutif Departmen Komunikasi Bank Indonesia (BI) Agusman mengatakan penurunan cadangan devisa (cadev) pada Januari 2019 tersebut terutama dipengaruhi oleh pembayaran utang luar negeri pemerintah.

Kendati turun, BI melihat posisi cadev ini tetap tinggi.

"BI menilai cadangan devisa tersebut mampu mendukung ketahanan sektor eksternal serta menjaga stabilitas makroekonomi dan sistem keuangan," paparnya, Kamis (7/2/2019).

IHSG melemah di saat bursa saham lainnya di Asia cenderung bergerak variatif, dengan indeks Topix dan Nikkei masing-masing menguat 0,83% dan 0,59%, indeks Kospi stagnan, sedangkan indeks FTSE Straits Time Singapura menguat 0,5%.

Dilansir Reuters, pasar saham Asia bergerak di kisaran level tertinggi empat bulan pada hari Kamis dengan para investor cenderung menuggu sejumlah sentimen yang akan menjadi penggerak pasar.

Pemicu utama pergerakan berikutnya untuk pasar adalah terobosan dalam pembicaraan tarif AS-China ketika kedua pihak bertemu di Beijing pekan depan.

"Investor terus mencari kejelasan tentang situasi perdagangan antara AS dan China dan ketika hari perdagangan melayang tanpa pembaruan konkret tentang kemajuan maka pasar menjadi lebih peduli," kata Nick Twidale, analis di Rakuten Securities Australia.

Sementara itu, indeks Bisnis-27 ditutup melemah 0,19% atau 1,12 poin ke level 577,34, setelah dibuka dengan penguatan 0,21% atau 1,20 poin ke level 579,67.

 

Saham-saham pendorong IHSG:

Kode

(%)

BMRI

+1%

TOWR

+3,05%

BBRI

+0,26%

SQMI

+24,60%

ISAT

+5,76%

Saham-saham penekan IHSG:                   

Kode

(%)

CPIN

-2,50%

JPFA

-5,37%

PGAS

-2,77%

INPP

-14,84%

INCO

-3,02%

Sumber: Bloomberg

Tag : IHSG, Indeks BEI
Editor : Saeno

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top