Harga Sawit TBS di Bengkulu Bangkit dari Rp400 ke Rp1.100 Per Kilogram

Para petani sawit di Provinsi Bengkulu mulai bergairah dengan kenaikan harga tandan buah segar (TBS) sawit yang terjadi sejak awal Januari hingga kini mencapai Rp1.100 per kilogram, padahal sebelumnya harga sawit terpuruk ke level Rp400 per kilogram.
Newswire | 05 Februari 2019 11:15 WIB
Ilustrasi

Bisnis.com, BENGKULU – Para petani sawit di Provinsi Bengkulu mulai bergairah dengan kenaikan harga tandan buah segar (TBS) sawit yang terjadi sejak awal Januari hingga kini mencapai Rp1.100 per kilogram, padahal sebelumnya harga sawit terpuruk ke level Rp400 per kilogram.

"Harga di tingkat petani di wilayah Kabupaten Seluma dijual Rp1.100 per kilogram sementara di tingkat pabrik sudah mencapai Rp1.400 per kilogram," kata Andy Wijaya, pedagang pengumpul sawit di Bengkulu, Selasa (5/2/2019), seperti dilaporkan Antara.

Ia mengatakan sebelumnya petani setempat menjual buah sawit dengan harga mencapai Rp400 per kilogram. Harga yang rendah tersebut bahkan sempat membuat sejumlah petani menghentikan pemanenan buah sawit.

Menurut Andy, kondisi harga buah sawit yang terpuruk tersebut dialami petani dalam setahun terakhir. Saat harga membaik, sayangnya buah sawit hanya sedikit atau biasa disebut musim trek.

"Sepertinya ada kaitan dengan musim di mana pasokan buah menurun sehingga harga meningkat, sama dengan hukum permintaan dan penawaran," ucapnya.

Sementara harga buah sawit yang diterima sejumlah pabrik pengolah buah mentah di wilayah Kabupaten Mukomuko per 21 Januari mencapai Rp1.140 per kilogram hingga Rp1.250 per kilogram.

Sardi, petani buah sawit di Desa Arah Tiga Kecamatan Lubuk Pinang, mengatakan harga buah sawit yang membaik sayangnya terjadi saat produktivitas buah sedang merosot.

"Kami berharap harga buah sawit ini terus bortahan membaik sampai memasuki musim buah berikutnya," kata Sardi.

Sumber : Antara

Tag : kelapa sawit
Editor : Sutarno

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top