Banjir Iklan Dongkrak Facebook, Indeks S&P 500 Cetak Kenaikan Terbesar

Bursa Wall Street Amerika Serikat (AS) menanjak pada perdagangan Kamis (31/1/2019), dengan indeks S&P 500 mencetak kenaikan bulanan terbesar sejak 2015.
Renat Sofie Andriani
Renat Sofie Andriani - Bisnis.com 01 Februari 2019  |  06:54 WIB
Banjir Iklan Dongkrak Facebook, Indeks S&P 500 Cetak Kenaikan Terbesar
Indeks Stoxx - Reuters

Bisnis.com, JAKARTA – Bursa Wall Street Amerika Serikat (AS) menanjak pada perdagangan Kamis (31/1/2019), dengan indeks S&P 500 mencetak kenaikan bulanan terbesar sejak 2015.

Berdasarkan data Reuters, indeks S&P 500 ditutup menguat 0,86% di level 2.704,1, didorong kuatnya laporan kinerja Facebook yang menambah optimisme pasar setelah bank sentral AS Federal Reserve menyampaikan pernyataan yang dovish.

Saham Facebook melonjak 10,82%, kenaikan harian terkuatnya sejak Januari 2016, setelah laba kuartalannya melampaui ekspektasi dan menunjukkan bahwa pengiklan masih membanjiri jejaring sosial tersebut bahkan setelah mengalami serangkaian skandal terkait pelanggaran privasi.

Selain itu, nilai penjualan Facebook dilaporkan mencapai US$16,91 miliar pada kuartal IV/2018, lebih tinggi dari perkiraan analis yang sebesar US$16,4 miliar.

Saham General Electric Co. juga melonjak sebesar 11,65% setelah konglomerat industri ini merilis laporan kiner yang lebih baik dari perkiraan untuk penjualan dan cash flow kuartalan serta menyatakan pihaknya melihat kenaikan pendapatan industri secara moderat pada 2019.

Sentimen investor telah terdongkrak komitmen The Fed pada Rabu (30/1/2019) untuk bersabar dalam menaikkan suku bunga lebih lanjut tahun ini. Pernyataan tersebut meredakan kekhawatiran tentang pengetatan kondisi keuangan yang menghambat pertumbuhan ekonomi.

“Ada kurangnya kepercayaan pada The Fed sebulan yang lalu, dan hal itu [kini] telah hilang,” kata Craig Callahan, chief executive officer dari Icon Advisors di Denver.

“Laporan kinerja yang lebih baik dari perkiraan oleh banyak perusahaan AS dalam beberapa hari terakhir juga memicu optimisme di Wall Street,” tambah Callahan.

Indeks S&P 500 naik 7,9% pada di Januari, kinerja bulanan terbaiknya sejak Oktober 2015 sekaligus kinerja Januari terbaiknya sejak 1987.

Dari 210 perusahaan pada S&P 500 yang telah melaporkan kinerja keuangan kuartal keempat, 71% di antaranya membukukan laba yang lebih baik dari estimasi, menurut data Refinitiv.

Investor saat ini tengah menantikan kesimpulan dari perundingan perdagangan antara Amerika Serikat dan China, yang bertujuan meredakan konflik perdagangan antara kedua negara.

Presiden China, Xi Jinping, mengatakan kepada Presiden AS Donald Trump dalam sebuah surat bahwa ia berharap kedua pihak akan dapat saling bertemu demi mencapai kesepakatan perdagangan sebelum batas waktu berakhirnya periode penghentian tarif pada 1 Maret.

Bersama indeks S&P 500, indeks Nasdaq Composite berakhir menguat 1,37% di level 7.281,74. Meski demikian, indeks Dow Jones Industrial Average tergelincir turun tipis 0,06% ke level 24.999,67, akibat terbebani saham DowDupont Inc.

Saham DowDupont merosot 9,23% setelah pendapatan produsen bahan kimia ini meleset dari ekspektasi.

Sepanjang 2019, Nasdaq telah naik 9,7%, sedangkan Dow Jones naik 7,2%.

Setelah penutupan perdagangan, saham Amazon.com Inc memperkirakan penjualan kuartalan yang lebih kecil dari perkiraan Wall Street dan sahamnya turun 2,5%.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
wall street

Editor : Mia Chitra Dinisari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top