Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Kurs Jisdor Melemah ke Rp14.163, Otot Rupiah Tetap Kencang di Pasar Spot

Kurs rupiah menyentuh posisi Rp14.163 per dolar AS berdasarkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) hari ini, Jumat (25/1/2019).
Renat Sofie Andriani
Renat Sofie Andriani - Bisnis.com 25 Januari 2019  |  11:09 WIB
Karyawan menata uang untuk pengisian ATM, di Cash Center PT Bank Negara Indonesia Tbk (BNI), Jakarta, Kamis (20/12/2018). - Bisnis/Abdullah Azzam
Karyawan menata uang untuk pengisian ATM, di Cash Center PT Bank Negara Indonesia Tbk (BNI), Jakarta, Kamis (20/12/2018). - Bisnis/Abdullah Azzam

Bisnis.com, JAKARTA - Kurs rupiah menyentuh posisi Rp14.163 per dolar AS berdasarkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) hari ini, Jumat (25/1/2019).

Data yang diterbitkan Bank Indonesia pagi ini menempatkan kurs referensi Jisdor di level Rp14.163 per dolar AS, melemah 22 poin atau 0,15% dari posisi Rp14.141 pada Kamis (24/1).

Sementara itu, berdasarkan data Bloomberg, nilai tukar rupiah di pasar spot terpantau masih menguat 12 poin atau 0,08% ke level Rp14.158 per dolar AS pada pukul 10.13 WIB. Sepanjang perdagangan pagi ini, rupiah bergerak di kisaran Rp14.150-Rp14.168 per dolar AS.

Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) mulai melanjutkan penguatannya ketika dibuka terapresiasi 15 poin atau 0,11% di level Rp14.155 per dolar AS dari level penutupan perdagangan sebelumnya.

Pada perdagangan Kamis (24/1/2019), nilai tukar rupiah ditutup menguat 18 poin atau 0,13% di posisi Rp14.170 per dolar AS.

Di sisi lain, pergerakan indeks dolar Amerika Serikat (AS) yang mengukur kekuatan mata uang dolar AS terhadap sejumlah mata uang utama dunia, terpantau melemah 0,220 poin atau 0,23% ke level 96,381 pada pukul 10.08 WIB.

Indeks dolar kembali bergerak di zona merah setelah dibuka turun 0,117 poin atau 0,12% di level 96,601. Padahal pada perdagangan Kamis (24/1) indeks dolar mampu rebound dan berakhir menguat 0,50% atau 0,478 poin di posisi 96,601.

Dilansir dari risetnya hari ini, Analis Samuel Sekuritas Indonesia, Ahmad Mikail memperkirakan pergerakan indeks dolar AS akan menguat ke level 96,60-97,0 terhadap mata uang utama dunia terutama euro. Penguatan dolar AS pun berpotensi memengaruhi kinerja rupiah hari ini.

Mata uang euro melemah pascakeputusan bank sentral Uni Eropa atau European Central Bank (ECB) untuk menahan tingkat suku bunga di level 0% dan memprediksi bahwa ekonomi Uni Eropa akan mengalami perlambatan dalam waktu dekat.

Penguatan dolar AS terhadap euro merupakan yang tertinggi dalam lima pekan terakhir. Pada saat yang sama, pasar tenaga kerja di AS masih cukup kuat.

Tercatat data jobless claim di AS pekan kedua Januari mengalami penurunan sebesar 13.000 orang menjadi 199 ribu orang dan merupakan yang terendah sejak tahun 1969. Sentimen positif dari data pasar tenaga kerja AS turut membantu penguatan pasar saham AS semalam.

Kurs Referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor/Rupiah)   

25 Januari14.163
24 Januari14.141
23 Januari14.188
22 Januari14.221
21 Januari14.212

Sumber: Bank Indonesia                 


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Gonjang Ganjing Rupiah
Editor : Mia Chitra Dinisari

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top