Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Kurs Tengah Menguat 33 Poin, Mayoritas Mata Uang Asia Menguat Terhadap Dolar AS

Bank Indonesia mematok kurs tengah hari ini, Rabu (23/1/2019) di level Rp14.188 per dolar AS, menguat 33 poin atau 0,23% dari posisi Rp14.221 pada Selasa (22/1).
Renat Sofie Andriani
Renat Sofie Andriani - Bisnis.com 23 Januari 2019  |  12:04 WIB
Karyawan bank memperlihatkan uang pecahan Dolar AS dan Rupiah di Jakarta, Senin (7/1/2019). - ANTARA/Rivan Awal Lingga
Karyawan bank memperlihatkan uang pecahan Dolar AS dan Rupiah di Jakarta, Senin (7/1/2019). - ANTARA/Rivan Awal Lingga

Bisnis.com, JAKARTA – Bank Indonesia mematok kurs tengah hari ini, Rabu (23/1/2019) di level Rp14.188 per dolar AS, menguat 33 poin atau 0,23% dari posisi Rp14.221 pada Selasa (22/1).

Kurs jual ditetapkan di Rp14.259 per dolar AS, sedangkan kurs beli berada di Rp14.117 per dolar AS. Selisih antara kurs jual dan kurs beli adalah Rp142.

Adapun berdasarkan data Bloomberg, nilai tukar rupiah di pasar spot terpantau menguat 47 poin atau 0,33% ke level Rp14.173 per dolar AS pada pukul 11.20 WIB. Sepanjang perdagangan hari ini, rupiah bergerak di kisaran Rp14.173-Rp14.200 per dolar AS.

Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) mulai melanjutkan penguatannya ketika dibuka terapresiasi 25 poin atau 0,18% di level Rp14.195 per dolar AS dari level penutupan perdagangan sebelumnya.

Pada perdagangan Selasa (22/1/2019), nilai tukar rupiah mampu rebound terhadap dolar AS dengan ditutup terapresiasi 7 poin atau 0,05% di posisi Rp14.220 per dolar AS.

Selain rupiah, mata uang lainnya di Asia mayoritas juga terapresiasi terhadap dolar AS. Penguatan terbesar terhadap dolar AS dialami oleh peso Filipina dan yuan offshore China, masing-masing dengan 0,43% dan 0,4%.

Sementara itu, indeks dolar Amerika Serikat (AS) yang mengukur kekuatan mata uang dolar AS terhadap sejumlah mata uang utama dunia, terpantau naik 0,014 poin atau 0,01% ke level 96,317 pada pukul 11.31 WIB.

Pergerakan indeks dolar sebelumnya dibuka naik hanya 0,012 poin di level 96,315, setelah pada perdagangan Selasa (22/1) berakhir terkoreksi 0,03% atau 0,033 poin di posisi 96,303.

Dilansir dari Bloomberg, mata uang peso Filipina memimpin penguatan di antara mata uang di Asia ketika reli penguatan pada indeks dolar tampak mulai kehilangan momentumnya.

“Tren kenaikan masih tetap ada untuk dolar AS dan mata uang emerging market melemah di tengah prospek pertumbuhan ekonomi global yang kurang optimistis serta berlanjutnya kekhawatiran seputar isu perdagangan AS-China,” kata Tsutomu Soma, general manager di SBI Securities.

“[Namun] sepertinya ini hanya akan menjadi penyesuaian sementara,” tambahnya.

Kurs Transaksi Bank Indonesia (Rupiah)               

23 Januari14.188
22 Januari14.221
21 Januari14.212
18 Januari14.182
17 Januari14.158

SumberBank Indonesia


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

kurs tengah bi
Editor : Fajar Sidik

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top