Minyak Melonjak, Harga Batu Bara Rebound

Harga batu bara di bursa ICE Newcastle berhasil memutuskan rangkaian pelemahannya pada akhir perdagangan Rabu (9/1/2019).
Renat Sofie Andriani | 10 Januari 2019 08:16 WIB

Bisnis.com, JAKARTA – Harga batu bara di bursa ICE Newcastle berhasil memutuskan rangkaian pelemahannya pada akhir perdagangan Rabu (9/1/2019).

Berdasarkan data Bloomberg, harga batu bara di bursa ICE Newcastle untuk kontrak teraktif Februari 2019 berakhir di level US$97,80 per metrik ton setelah rebound dengan kenaikan 0,41% atau 0,40 poin dari level penutupan perdagangan sebelumnya.

Pada perdagangan Selasa (8/1/2019), harga batu bara kontrak Februari ditutup melorot 1,47% atau 1,45 poin di US$97,40 per metrik ton, pelemahan hari keenam berturut-turut.

Adapun harga batu bara di bursa ICE Rotterdam untuk kontrak teraktif April 2019 mampu melanjutkan penguatannya dengan berakhir menanjak 0,81% atau 0,65 poin di posisi 81,3 pada perdagangan kemarin, setelah rebound ke level 80,65 pada perdagangan Selasa.

Sebaliknya di Zhengzhou Commodity Exchange, harga batu bara thermal untuk pengiriman Mei 2019 ditutup turun 0,35% atau 2 poin di level 563,8 yuan per metrik ton pada perdagangan Rabu (9/1).

“Para pedagang saat ini menahan kenaikan harga lebih lanjut karena harga yang lebih tinggi telah menghalangi pembelian,” jelas analis Huatai Futures Sun Hongyuan dalam risetnya, seperti dikutip Bloomberg.

Sementara itu, minyak mentah kembali ke wilayah pasar bullish, seiring dengan kembali masuknya investor ke pasar menyusul rencana OPEC untuk mengendalikan pasokan minyak lagi.

Harga minyak mentah West Texas Intermediate ditutup melonjak 5,2% atau 2,58 poin di level US$52,36 per barel pada perdagangan Rabu. Adapun minyak patokan global Brent untuk kontrak Maret berakhir melonjak 4,6% di level US$61,44 per barel.

Minyak mentah merosot pada akhir tahun 2018 namun berbalik arah di tengah pada tanda-tanda bahwa Arab Saudi, Rusia dan eksportir utama lainnya akan menindaklanjuti janji yang disepakati bulan lalu untuk memangkas produksi, seperti diungkapkan Menteri Energi Saudi Khalid Al-Falih.

Kemajuan dalam mengakhiri perang perdagangan AS-China telah mengubah prospek ekonomi menjadi lebih cerah, sehingga menambah momentum terhadap harga minyak.

"Sentimen berubah dari sangat negatif beberapa pekan lalu menjadi sangat positif sekarang," kata Matt Sallee, manajer portofolio di Tortoise, seperti dikutip Bloomberg. "Semua orang hanya fokus pada Saudi dan mereka tampaknya cukup bertekad," lanjutnya.

Optimisme yang berkembang membuat para pedagang dapat mengabaikan laporan lonjakan cadangan bensin dan bahal bakar diesel AS yang curam.

OPEC dan para mitranya bulan lalu bertekad untuk membatasi produksi sebesar 1,2 juta barel per hari, melawan peningkatan produksi AS.

Menambah dukungan untuk minyak, nilai dolar AS jatuh setelah seorang pejabat Federal Reserve mengatakan bank sentral tidak terpaku ke arah kebijakan suku bunga tertentu. Penurunan dolar AS membuat harga komoditas yang diperdagangkan dengan dengan dolar AS lebih terjangkau.

Pergerakan harga batu bara kontrak Februari 2019 di bursa Newcastle

Tanggal                                    

US$/MT

9 Januari

97,80

(+0,41%)

8 Januari

97,40

(-1,47%)

7 Januari   

98,85

(-0,40%)

4 Januari

99,25

(-0,05%)

3 Januari

99,30

(-1,29%)

Sumber: Bloomberg

 

 

Tag : harga batu bara
Editor : Mia Chitra Dinisari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top