Pelemahan Belum Usai, Bitcoin Berpotensi Sentuh US$2.500 Awal 2019

elemahan mingguan harga mata uang kripto sepanjang 2018 menuju yang terparah.
Mutiara Nabila | 25 November 2018 21:45 WIB
Ilustrasi Bitcoin diletakkan di atas lembaran uang dolar AS. - REUTERS/Dado Ruvic

Bisnis.com, JAKARTA — Pelemahan mingguan harga mata uang kripto sepanjang 2018 menuju yang terparah.

Harga bitcoin kembali tergelincir, makin dekat ke US$4.000 per bitcoin pada penutupan perdagangan Jumat (23/11) dan mencatatkan penurunan mingguan terparah sejak harganya memuncak pada Januari tahun ini.

Setelah reli panjang pada akhir tahun lalu yang melampaui lonjakan harga pada perdagangan sebelumnya, mata uang kripto kemudian terjerumus dan mengalami penurunan nilai hingga US$700 miliar dan mulai mengalami kemunduran.

Sebagian besar kekhawatiran muncul sepanjang 2018 sehingga memicu kemunduran. Beberapa masalah yang dihadapi di antaranya peningkatan peraturan dari regulator dan perselisihan antarkomunitas yang makin memanas sepanjang pekan ini.

Kepala perdagangan Asia Pasifik OANDA Stephen Innes mengatakan bahwa meskipun sudah mengalami penurunan hingga lebih dari 70%, tapi masih belum ada tanda bahwa harga mata uang kripto akan mencapai titik terbawahnya.

"Masih banyak orang yang bermain di pasar mata uang kripto, masih terbuka kesempatan untuk turun ke US$3.000 per bitcoin, tapi banyak orang yang akan keluar," kata Innes, dikutip dari Bloomberg, Minggu (25/11/2018).

Innes memproyeksikan harga bitcoin bisa diperdagangkan di kisaran antara US$3.500 - US$6.500 dalam jangka pendek dengan potensi pelemahan lebih jauh ke US$2.500 pada Januari. 

Tag : bitcoin, cryptocurrency
Editor : Pamuji Tri Nastiti

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top