Aksi Jual Belum Berakhir, Harga Bitcoin Ambles Dekati US$4.000

Kekacauan kembali terjadi di pasar perdagangan mata uang kripto dengan sejumlah koin digital utama melanjutkan pelemahan dan mengguncang tingkat kepercayaan pemilik aset digital ketika regulator AS ingin mengatasi masalah dugaan penipuan terkait dengan perdagangan mata uang digital.
Mutiara Nabila | 21 November 2018 21:46 WIB
Mata uang virtual Bitcoin - Reuters

Bisnis.com, JAKARTA – Kekacauan kembali terjadi di pasar perdagangan mata uang kripto dengan sejumlah koin digital utama melanjutkan pelemahan dan mengguncang tingkat kepercayaan pemilik aset digital ketika regulator AS ingin mengatasi masalah dugaan penipuan terkait dengan perdagangan mata uang digital.

Harga bitcoin anjlok hingga 13% ke posisi US$4.051 per bitcoin, mencatatkan penurunan lebih dari 25% dalam sepekan. Koin digital terbesar di dunia itu sempat diperdagangkan dengan harga US$20.000 pada Desember lalu.

Pelemahan mata uang kripto memicu aksi jual tak hanya pada bitcoin, tetapi juga kepada token digital lainnya seperti Ether, Litecoin dan Ripple (XRP) yang mengalami penurunan hingga 17% dalam sepekan terakhir.

Setelah beberapa bulan harganya stabil, bullish mata uang kripto muncul tiba-tiba dan membawa penurunan pada November dengan adanya pengetatan pengawasan pada perdagagan mata uang digital itu dari sejumlah regulator.

Aset digital hingga saat ini sudah kehilangan nilainnya hingga hampir US$700 miliar di pasar kripto sejak harganya memuncak pada Januari lalu. Adapun, perdagangan di pasar berjangka untuk bitcoin mengalami pertumbuhan.

Faktor yang memicu aksi jual dalam beberapa watu terakhir belum jelas, kabar bahwa berpisahnya Bitcoin Cash yang mengalami hard fork diperkirakan menjadi salah satu pemicunya. Hal itu membuat sejumlah komunitas kripto menjadi kacau.

Bitcoin, yang memulai tahun ini dengan harga di atas US$14.000 per bitcoin mulai menembus harga US$6.000 pada pekan lalu.

Ahli strategi ADM Investor Services International di London Marc Ostwald mengemukakan bahwa apabila harga bitcoin bisa mencapai di bawah US$6.000 per bitcoin, orang sudah tidak punya perlindungan jika harganya lebih rendah lagi.

“Makin parah lagi dengan adanya tren risk aversion, dengan ekuitas dan kredit yang tengah tertekan,” ungkap Otswald, dikutip dari Bloomberg, Rabu (21/11/2018).

Kekhawatiran dari regulator juga menambah kekhawatiran dan menekan sentimen. Pada Jumat (16/11) lalu, Komisi Sekuritas dan Bursa AS (SEC) mengumumkan penalti sipil pada dua perusahaan mata uang kripto yang tidak melakukan registrasi initial coin offering sebagai sekuritas.

“Seluruh aksi yang dilakukan SEC membuat harga koin digital semakin buruk,” lanjut Otswald. Dia menuturkan, pedekatan pada bitcoin berjangka bisa memberikan suatu revolusi bagi pasar.

Tag : bitcoin, cryptocurrency
Editor : Pamuji Tri Nastiti

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top