AKR Corporindo (AKRA) Yakin Distribusi BBM Tumbuh 10%  

PT AKR Corporindo Tbk. (AKRA) optimistis distribusi bahan bakar minyak sebagai lini utama pendapatan perseroan, bisa tumbuh 10% hingga penghujung 2018.
Hafiyyan | 05 November 2018 15:39 WIB

Bisnis.com, JAKARTA — PT AKR Corporindo Tbk. (AKRA) optimistis distribusi bahan bakar minyak sebagai lini utama pendapatan perseroan, bisa tumbuh 10% hingga penghujung 2018.

Per September 2018, pendapatan AKRA tumbuh 25,32% year-on-year (yoy) menjadi Rp16,83 triliun dari sebelumnya Rp13,43 triliun. Bisnis BBM yang berkontribusi 72% terhadap total pendapatan atau Rp12,08 triliun naik 35% yoy dari posisi per kuartal III/2017 senilai Rp8,96 triliun.

“Kinerja per September 2018 sesuai dengan ekspektasi kami. Sampai akhir tahun, kami perkirakan bisnis BBM tumbuh 10%,” tutur Head of Investor Relation AKR Corporindo Ricardo Silaen kepada Bisnis, Jumat (2/11/2018).

Dengan estimasi pertumbuhan 10%, volume menyaluran BBM pada 2018 dapat mencapai 2,2 juta kilo liter (kl). Pada tahun lalu, perusahaan mendistribusikan 1,98 juta kl BBM.

Ricardo menyampaikan, distribusi BBM juga dapat semakin meningkat seiring dengan ekspansi perseroan ke penjualan ritel melalui SPBU. Dalam bisnis ritel, AKRA membentuk joint venture (JV) bersama British Petroleum (BP) dengan nama PT Aneka Petroindo Raya (APR).

Pada tahun ini, APR mengembangkan sejumlah SPBU di Jakarta dan Surabaya. Dalam 10 tahun ke depan, perusahaan menargetkan pengoperasian 350 SPBU di Jabodetabek, Surabaya, dan Bandung.

Direktur Utama AKR Corporindo Haryanto Adikoesoemo menuturkan, bisnis perdagangan dan distribusi terus menunjukkan tren membaik seiring dengan meningkatnya permintaan di sektor pertambangan serta pembangkit listrik.

Kenaikan penjualan BBM sebesar 35% per September 2018 juga didorong oleh kenaikan harga. Rerata harga minyak Brent naik menjadi US$72,2 per barel dari posisi per September 2017 senilai US$52,5 per barel.

Adapun, penjualan bahan kimia dasar naik 22% yoy dalam 9 bulan pertama 2018 menjadi Rp3,94 triliun dari sebelumnya Rp3,22 triliun. Peningkatan bisnis tersebut juga didukung oleh kenaikan harga jual rata-rata sebesar 32% yoy.

“Bisnis perdagangan dan distribusi terus membaik seiring dengan meningkatnya permintaan. Kami pun mampu menglola risiko harga komoditas dan nilai tukar secara efektif,” paparnya.

Sementara itu, pendapatan lainnya di luar bisnis inti cenderung menurun. Penjualan kawasan industri per September 2018 menurun 97% yoy menjadi Rp13 miliar dari sebelumnya Rp401 miliar. Pendapatan lainnya juga merosot 11% menjadi Rp357 miliar.

Dengan raihan pertumbuhan pendapatan 25,32% yoy, per September AKRA mampu membukukan kenaikan laba bersih 27,5% menjadi Rp1,29 triliun dari sebelumnya Rp1,02 triliun. Margin laba neto meningkat 7,7% dibandingkan per kuartal III/2017 sebesar 7,6%.

Analis Samuel Sekuritas Arandi Ariantara menyampaikan, kinerja AKRA per September 2018 sesuai ekspektasinya dan melampaui perkiraan konsensus analis. Dalam 9 bulan pertama 2018, volume distribusi BBM naik 5% yoy menjadi 1,6 juta kl.

“Dengan target penyaluran BBM 2,2 juta kl, volume distribusi pada kuartal IV/2018 berpotensi naik 34% dari kuartal sebelumnya menjadi 620.200 kl,” katanya.

Arandi merekomendasikan beli terhadap saham AKRA dengan target Rp6.000. Pada penutupan perdagangan Jumat (2/11), saham AKRA naik 20 poin atau 0,57% menjadi Rp3.520.

Harga menurun 44,57% sepanjang tahun berjalan. Kapitalisasi pasarnya mencapai Rp14,13 triliun dengan price to earning ratio (PER) 8,17 kali.

Tag : kinerja emiten, akra, akr corporindo
Editor : Pamuji Tri Nastiti

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top