Cahayaputra Asa Keramik (CAKK) Sudah Lampaui Target Laba 2018

PT Cahayaputra Asa Keramik Tbk. berhasil merealisasikan target laba tahun ini pada akhir bulan lalu. Per kuartal III/2018, emiten bersandi saham CAKK tersebut telah mencatatkan laba senilai Rp17 miliar.
Tegar Arief | 31 Oktober 2018 17:28 WIB
Direktur Utama PT Cahayaputra Asa Keramik Tbk. Johan Silitonga (kiri) berbincang dengan Direktur Penilaian Perusahaan PT Bursa Efek Indonesia (BEI) I Gede Nyoman Yetna di sela-sela pencatatan perdana saham di Jakarta, Rabu (31/10 - 2018).JIBI/Felix Jody Kinarwan

Bisnis.com, JAKARTA - PT Cahayaputra Asa Keramik Tbk. berhasil merealisasikan target laba tahun ini pada akhir bulan lalu. Per kuartal III/2018, emiten bersandi saham CAKK tersebut telah mencatatkan laba senilai Rp17 miliar.

Padahal perusahaan yang bergerak di bidang produksi keramik ini menargetkan laba senilai Rp15 miliar pada akhir tahun ini. Kenaikan laba itu ditopang oleh melonjaknya penjualan perusahaan. Per kuartal III/2018, total penjualan perseroan mencapai Rp220 miliar.

"Kami memang memaksimalkan penjualan terutama di agen-agen kami yang ada di Sumatra, papua, Sulawesi, dan Jawa," kata Direktur Utama Cahayaputra Asa Keramik Johan Silitonga di Bursa Efek Indonesia (BEI), Rabu (31/10/2018).

Moncernya kinerja sepanjang tahun berjalan ini meningkatkan optimisme perseroan. Kata Johan, pada akhir tahun ini nilai penjualan yang ditargetkan oleh direksi mencapai Rp260 miliar dan tahun depan senilai Rp329 miliar. Adapun, target laba 2019 mencapai Rp21 miliar.

Sementara itu, dana yang diperoleh perseroan dalam penawaran umum perdana saham alias initial public offering (IPO) adalah Rp50 miliar. Dana tersebut sebagian digunakan untuk pembayaran utang di Bank Central Asia senilai Rp20 miliar.

"Utang kredit usaha jumlah tersebut ada Rp10 miliar yang jatuh tempo pada 3 tahun ke depan. Tapi memang kami lunasi sekalian saat ini setelah mendapat dana IPO," jelasnya.

Selain untuk pembayaran utang, dana tersebut juga digunakan untuk pembelian mesin baru senilai Rp8 miliar, pembangunan gedung senilai Rp4 miliar dan sisanya digunakan sebagai modal kerja.

Menurut Johan, CAKK akan segera melakukan pembelian mesin baru untuk menunjang aktivitas produksi. Saat ini, kapasitas produksi perseroan mencapai 9 juta unit per tahun dan ditargetkan meningkat sebesar 20%-30% pada tahun depan.

Adapun terkait pembangunan gedung, dilakukan untuk memenuhi kebutuhan fasilitas produksi. Perseroan akan menambah satu line produksi yang rencananya akan mulai beroperasi paling lambat pada 2020.

"Saat ini utilisasi produksi kami sudah 88%, jadi kami akan meningkatkan kapasitas," ujarnya.

Tahun lalu, Cahayaputra Asa Keramik mencatatkan penjualan senilai Rp212 miliar. Sedangkan pada tahun ini, perseroan menargetkan pertumbuhan penjualan double digit. Adapun total aset per Mei 2018 tercatat senilai Rp272,49 miliar.

Jumlah saham yang dicatatkan oleh CAKK di pasar modal sebanyak 1,2 miliar saham yang terdiri dari saham pendiri sebanyak 903 juta saham dan penawaran umum sebanyak 300 juta saham. Adapun harga penawaran umum perdana adalah Rp168.

Tag : kinerja emiten, Cahayaputra Asa Keramik
Editor : Ana Noviani

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top