IHSG Pertahankan Rebound Hingga Akhir Sesi I, Delapan Sektor Menguat

Berdasarkan data Bloomberg, IHSG menguat 0,97% atau 55,58 poin ke level 5.758,40 pada akhir sesi I, setelah dibuka menguat 0,34% atau 19,66 poin di posisi 5.722,49.
Aprianto Cahyo Nugroho | 12 Oktober 2018 12:14 WIB
Pengunjung berbincang di depan monitor perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Selasa (18/9/2018). - JIBI/Endang Muchtar

Bisnis.com, JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) memperthankan rebound-nya hingga akhir sesi I perdagangan hari ini, Jumat (12/10/2018).

Berdasarkan data Bloomberg, IHSG menguat 0,97% atau 55,58 poin ke level 5.758,40 pada akhir sesi I, setelah dibuka menguat 0,34% atau 19,66 poin di posisi 5.722,49.

Sepanjang perdagangan hari ini, IHSG bergerak pada level 5.722,49– 5.769,94. Adapun pada perdagangan Kamis (11/10), IHSG ditutup di zona merah dengan pelemahan 2,02% atau 117,85 poin di posisi 5.702,82.

Sebanyak 214 saham menguat, 148 saham melemah, dan 248 saham stagnan dari 610 saham yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia siang ini.

Delapan dari sembilan sektor menopang penguatan IHSG hingga akhir sesi I hari ini, dengan penguatan terbesar dialami sektor aneka industri yang naik 1,99%, disusul sektor infrastruktur yang menguat 1,98%.

Adapun sektor pertanian melemah 0,64% dan menahan penguatan IHSG lebih lanjut di akhir sesi I.

Sementara itu, indeks saham lain di Asia Tenggara bergerak menguat siang ini, dengan indeks FTSE Straits Time Singapura yang naik 0,19%, PSEi Filipina menguat 0,79%, FTSE Malay KLCI menguat 0,79%, dan indeks SE Thailand naik 0,62%.

Sementara itu, indeks Topix dan Nikkei 225 Jepang melemah 0,33% dan 0,37%, dan indeks Shanghai Composite melemah 0,12%. Adapun indeks Hang Seng menguat 1,18%.

Bursa saham Asia bergerak lebih stabil pada perdagangan hari ini, tetapi sentimen negatif pada pasar tetap bertahan setelah bursa saham Wall Street di Amerika Serikat (AS) melemah dan ekspektasi volatilitas pasar melonjak.

Indeks saham S&P 500 melemah 2,06% pada perdagangan Kamis ke level terendahnya dalam tiga bulan, menyusul penurunan sebesar 3,29% pada Rabu (10/10).

Kekhawatiran tentang dampak ekonomi dari perang perdagangan China-AS, lonjakan imbal hasil obligasi AS pekan ini, berikut sikap hati-hati investor menjelang musim laporan keuangan, disebut sebagai alasan di balik aksi jual yang meluas kemarin.

Namun bursa berjangka AS berhasil rebound 0,6% pada awal perdagangan di Asia pagi ini, sebagian terbantukan pemberitaan bahwa Kementerian Keuangan AS tidak akan melabeli China sebagai manipulator mata uang dalam laporannya nanti.

“Pasar (saham AS) saat ini sekitar 7% lebih rendah dari level tertingginya dalam 100 hari, tetapi ini jauh dari kejadian langka secara historis,” tulis ekonom di RBC Capital Markets, seperti dikutip Reuters.

Tag : IHSG, Indeks BEI
Editor : Nancy Junita

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top