KIWOOM SEKURITAS: Masih Dibayangi Sentimen Nilai Tukar, IHSG Bergerak pada Level 5.706-5.758.

Kiwoom Sekuritas Indonesia memperkirakan bahwa pada perdagangan hari ini, Selasa (9/10/2018), IHSG masih memiliki ruang untuk melemah dengan support dan resistance di level 5.706-5.758.
Emanuel B. Caesario | 09 Oktober 2018 07:46 WIB
Pengunjung berjalan di dekat logo PT Bursa Efek Indonesia (BEI) di Jakarta, Senin (8/10/2018). - JIBI/Dedi Gunawan
Bisnis.com, JAKARTA -- Kiwoom Sekuritas Indonesia memperkirakan bahwa pada perdagangan hari ini, Selasa (9/10/2018), IHSG masih memiliki ruang untuk melemah dengan support dan resistance pada level 5.706-5.758.
Maximilianus Nico Demus, Direktur Riset dan Investasi Kiwoom Sekuritas Indonesia, mengatakan bahwa sentimen dari dalam negeri masih tentang depresiasi nilai tukar rupiah terhadap dolar AS dikarenakan dampak dari yield surat utang tenor 10 tahun AS meningkat tajam sudah di atas 3,4%. 
"Di tengah tekanan nilai tukar tersebut, rilis data penjualan ritel Indonesia yang mana naik dari sebelumnya 2,9% menjadi 6,1% diharapkan menjadi sentimen positif di saat terpuruknya rupiah," kata Nico dalam riset harian, Selasa (9/10/2018).
Beralih dari sana, sentimen yang menghangat adalah Afrika Selatan mungkin akan diminta untuk bertemu dengan IMF apabila hutang meningkat tetapi tanpa adanya sumber penerimaan yang baru, sehingga hal ini berpotensi untuk membuat gejolak di pasar emerging market berikutnya, yang dapat menyebabkan melemahnya kembali rupiah kedepannya. 
Bank sentral China juga kembali memangkas jumlah uang yang harus dicadangkan bank, sebagai bagian dari upaya para pembuat kebijakan untuk menopang perekonomian domestik di tengah perang perdagangan dengan Amerika. Hal inilah yang menyebabkan Rupiah mengalami pelemahan. 
PBOC memangkas cadangan wajib bank untuk keempat kalinya tahun ini sebagai bagian dari upaya untuk mendukung pertumbuhan. Pihak otoritas moneter China ini mengambil langkah serupa pada April. 
Adapun, pada perdagangan kemarin, IHSG ditutup menguat (+0,51%) ke level 5.761. Sementara itu, investor asing melakukan net sell di semua perdagangan saham sebesar Rp900,2 miliar. 
Sektor barang konsumsi mengalami penguatan terbesar dibandingkan dengan sektor lainnya. Sektor barang konsumsi naik +2,13% diikuti industri dasar +0,56%.
Tag : IHSG, Indeks BEI
Editor : Riendy Astria

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top