Penguatan Dolar Topang Kinerja SRIL

Saham emiten PT Sri Rejeki Isman Tbk dengan ticker SRIL ditutup menguat 10 poin di level 372 pada penutupan perdagangan sesi I Kamis (4/10) di tengah kondisi pasar yang sebagian besar mengalami koreksi.
Anida ul Masruroh | 04 Oktober 2018 13:41 WIB
Ganjar Pranowo saat mengunjungi Pabrik Sritex di Sukoharjo. - Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA—Saham emiten PT Sri Rejeki Isman Tbk dengan ticker SRIL ditutup menguat 10 poin di level 372 pada penutupan perdagangan sesi I Kamis (4/10) di tengah kondisi pasar yang sebagian besar mengalami koreksi.

Koreksi sebagian besar emiten itu merespons penguatan indeks dolar sebesar 4,12% (ytd) pascakenaikan Fed Fund Rate bulan lalu. Terpantau, sepanjang 2018 penguatan dolar terhadap rupiah telah mencapai 12,05% (ytd) 

Secara fundamental, kinerja perusahaan terlihat cukup solid sepanjang semester I/2018. Penjualan mengalami pertumbuhan sebesar 36% menjadi US$544 juta dan laba perusahaan juga tumbuh mengesankan hingga mencapai 68% di posisi US$56 juta. Selain itu, perusahaan juga menganggarkan untuk ekspansi proyek Spinning XII meliputi pembangunan pabrik, pembelian mesin dan peralatan produksi melalu financing hingga US$12 juta.

Sementara itu, kontribusi pendapatan sebanyak 48% dari spinning dan 22% berasal dari garment, sisanya merupakan segmen weaving dan finishing. Berdasarkan segmen geografis, sebesar 53,7% pendapatan perusahaan ditopang oleh aktivitas ekspor dengan Asia dan Eropa sebagai mitra dagang terbesar sepanjang semester I/2018.

Saat ini, saham SRIL memiliki valuasi harga yang terdiskon dengan forward PE ratio sebesar 4,8 kali (di bawah harga rata-rata historis 1 tahun dengan forward PE ratio sebesar 6,3 kali). Bahkan, saham ini juga memiliki harga undervalued (relatif lebih murah) apabila dibandingkan dengan indeks aneka industri yang memiliki forward PE ratio sebesar 12,6 kali.

 Secara analisis teknikal, saham SRIL  membentuk gap up pattern candlestick dengan indikator stochastic oscillator yang memberikan sinyal kuat bullish. Sementara indikator relative strength index berada pada posisi overbought (jenuh beli). Diperkirakan saham SRIL mencoba bergerak menembus resistance fibo retracement 100% menuju 382. Diperkirakan saham SRIL diperdagangkan dengan rentang 350 – 379.

Sumber: Bloomberg

*) Anida ul Masruroh, analis Bisnis Indonesia Resources Center

Tag : IHSG
Editor : Aprillian Hermawan

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top