Saham UNTR Masih Dalam Tekanan

Saham PT United Tractors Tbk masih dalam tekanan setelah ditutup melemah 300 poin di level 32.475 pada sesi I perdagangan hari ini Selasa (2/10). Kondisi ini tidak terlepas dari tren koreksi pasar merespons pergerakan rupiah hari ini yang menembus Rp15.000/US$
Anida ul Masruroh | 02 Oktober 2018 14:45 WIB
Pengunjung berbincang di depan monitor perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Selasa (18/9/2018). - JIBI/Endang Muchtar

Bisnis.com, JAKARTA— Saham PT United Tractors Tbk masih dalam tekanan setelah ditutup melemah 300 poin di level 32.475 pada sesi I perdagangan hari ini Selasa (2/10). Kondisi ini tidak terlepas dari tren koreksi pasar merespons pergerakan rupiah hari ini yang menembus Rp15.000/US$.

Meredanya sentimen perang dagang dan kepastian akan sikap The Fed yang tidak akan menaikkan suku bunganya pada bulan ini tidak mampu mengungkit saham dengan ticker UNTR. Bahkan rencana pembagian dividen interim yang akan dilakukan pada 22 Oktober mendatang tidak mampu menahan koreksi pada tren saham UNTR pada perdagangan hari ini.

Kinerja UNTR memiliki fundamental solid pada rilis laporan keuangan  semester I/2018 dan diperkirakan masih akan melanjutkan pertumbuhan yang positif pada aspek pendapatan. Adapun sedikit tekanan terjadi pada borrowing cost akibat kenaikan kupon obligasi korporasi di tengah pengetatan likuiditas pasar atas kenaikan suku bunga acuan Bank Indonesia. Kondisi ini diyakini akan membayangi kinerja bottom line perusahaan.

Saat ini saham UNTR memiliki valuasi murah atau cukup terdiskon dengan forward PE ratio sebesar 11,1 kali (di bawah rata-rata historis 5 tahun dengan forward PE ratio 13 kali).

Berdasarkan analisis teknikal, saham UNTR terlihat breakout MA20 membentuk pola dark cloud cover yang mengindikasikan pelemahan masih akan berlanjut. Indikator stochastic oscillator dan relative strength index yang berada pada area netral. Diperkirakan saham UNTR masih akan melanjutkan pelemahan tidak melebihi level 32.175. Saham UNTR diperdagangkan dalam rentang 32.355 – 32.800  pada perdagangan hari ini.

Sumber: Bloomberg

*) Anida ul Masruroh, analis Bisnis Indonesia Resources Center

Tag : IHSG, untr
Editor : Aprillian Hermawan

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top