Menteri Energi AS Singgung Soal Cadangan Minyak, WTI Rebound

Harga minyak mentah rebound dari pelemahannya setelah Menteri Energi Amerika Serikat (AS) Rick Perry menyatakan cadangan minyak strategis AS tidak akan disadap untuk meningkatkan pasokan global.
Renat Sofie Andriani | 27 September 2018 06:36 WIB
Prediksi Harga Minyak WTI - Reuters

Bisnis.com, JAKARTA – Harga minyak mentah rebound dari pelemahannya setelah Menteri Energi Amerika Serikat (AS) Rick Perry menyatakan cadangan minyak strategis AS tidak akan disadap untuk meningkatkan pasokan global.

Harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) untuk kontrak November naik 50 sen ke level US$72,01 per barel di New York Mercantile Exchange, sekitar 10 menit setelah Perry berkomentar. Adapun minyak Brent untuk pengiriman November naik 42 sen ke level US$81,76 per barel.

Kepada awak media di Washington pada Rabu (26/9/2018), Perry menyatakan bahwa menjual sebagian dari cadangan itu akan memiliki "dampak yang cukup kecil dan jangka pendek”.

Menurutnya, ketika pemberlakukan sanksi menekan minyak mentah Iran keluar dari pasar global, ada peluang bagi produsen minyak mentah utama lainnya untuk mengisi kekosongan pasokan.

“Ini adalah situasi dimana pasar mengharapkan Presiden AS Trump untuk mengeluarkan minyak dari cadangan pada November, tetapi itu tidak akan terjadi,” kata Phil Flynn, analis pasar senior di Price Futures Group di Chicago. “Pasar [minyak] tiba-tiba terlihat jauh lebih ketat.”

Sebelum Perry menyampaikan pernyataannya itu, kontrak berjangka minyak ditutup turun 1% di New York pada perdagangan Rabu (26/9/2018), setelah Energy Information Administration (EIA) melaporkan ekspansi stok minyak mentah untuk pertama kalinya sejak awal Agustus.

EIA melaporkan jumlah persediaan minyak AS meningkat pekan lalu sebesar 1,85 juta barel, berlawanan dengan sebagian besar analis dalam survei Bloomberg yang memperkirakan penurunan.

Sementara itu, tingkat pemanfaatan kilang AS turun ke level terendah sejak Mei. Di pusat pipa utama di Cushing, Oklahoma, persediaan minyak mentah berekspansi untuk pertama kalinya dalam tiga pekan.

Para penyuling membeli lebih sedikit minyak mentah saat proses pengerjaan pemeliharaan pascamusim panas meningkat. Namun, laporan mingguan badan energi AS tersebut tidak sepenuhnya bearish. Permintaan luar negeri untuk minyak Amerika melonjak ke level tertinggi dua bulan.

“Tingkat penyulingan pada negara berekonomi terbesar di dunia itu mengalami perubahan yang cukup besar,” kata Matt Sallee, yang membantu mengelola $ 16 miliar di Tortoise di Leawood, Kansas. “Namun, kami melihat ekspor terus meningkat, jadi itu lebih merupakan tren permanen.”

Upaya AS untuk mengisolasi Iran, produsen No. 3 OPEC, memang mulai memperketat pasar minyak mentah dunia. Pengilang terbesar Korea Selatan, SK Innovation Co., meningkatkan pembelian minyak mentah Amerika setelah menghindari kargo dari Iran. India juga memangkas impor minyak mentah dari Iran menjadi nol.

Tag : Harga Minyak
Editor : Fajar Sidik

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top