Ini Kata Analis Soal Menghijaunya Saham Grup Panin

Saham-saham milik Panin Group belakangan menghijau. Hampir seluruh anak usaha yang melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatatkan kenaikan dalam beberapa hari terakhir.
Tegar Arief | 20 September 2018 00:28 WIB
Pengunjung mengabadikan papan elektronik yang menampilkan perdagangan harga saham, di Jakarta, Senin (19/2/2018). - JIBI/Dedi Gunawan

Bisnis.com, JAKARTA - Saham-saham milik Panin Group belakangan menghijau. Hampir seluruh anak usaha yang melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatatkan kenaikan dalam beberapa hari terakhir.

Pada perdagangan hari ini misalnya, dari enam emiten yang terafiliasi dengan Panin Group hanya satu yang mencatatkan penurunan, yakni PT Clipan Finance Indonesia Tbk.

Pada perdagangan Rabu (19/9/2018), saham emiten bersandi CFIN itu ditutup turun 0,78% ke level Rp254. Sementara itu, PT panin Sekuritas Tbk. sempat fluktuatif pada perdagangan hari ini. Pada penutupan, saham PANS ditutup flat di posisi Rp1.585.

Empat saham Grup Panin lainnya kompak menghijau. PT Bank Pan Indonesia Tbk. (PNBN) mencatatkan kenaikan cukup tinggi pada perdagangan hari ini, yakni 4,55% ke Rp920. Kenaikan saham PT Paninvest Tbk. (PNIN) lebih tinggi, yakni 7,69% menjadi Rp1.120.

Sementara itu, PT Panin Financial Tbk. (PNLF) mencatatkan kenaikan sebesar 5,31% ke posisi Rp238, dan PT Bank Panin Dubai Syariah Tbk. (PNBS) terpantau naik sebesar 4,48% ke harga Rp70.

Analis Binaartha Sekuritas Indonesia M. Nafan Aji Gusta Utama menilai, momentum beli untuk saat ini sudah terlambat bagi investor, karena harga saham dari beberapa anak usaha Group Panin terbilang mahal.

"Rekomendasinya maintain buy untuk saat ini, karena sudah naik signifikan sejak Selasa (18/9/2018). Tren kenaikan ini memang telah terlihat sejak beberapa waktu lalu," kata dia saat dihubungi Bisnis.com, Rabu (19/9/2018).

Kata Nafan, isu mengenai akuisisi oleh PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA) mampu memberikan sentimen positif terhadap hampir seluruh emiten yang terafiliasi dengan Panin. Dia menilai, saham yang paling menarik untuk dikoleksi adalah PNLF dan PNIN.

Dia meyakini, jika BBCA merealisasikan kabar tersebut maka PNLF dan PNIN akan mendapatkan berkah karena kemungkinan besar dana itu akan digunakan untuk memperbesar bisnis pembiayaan dan investasi. "Ada langkah strategis di situ [rencana akuisisi]."

Tag : saham, panin
Editor : Ana Noviani

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top