Tunggu Perkembangan Isu Perdagangan, Bursa Asia Tertahan

Pergerakan bursa saham Asia tertahan pada awal perdagangan hari ini, Rabu (29/8/2018), saat optimisme seputar kesepakatan perdagangan Amerika Serikat (AS) dan Meksiko menyurut digantikan kekhawatiran menjelang batas waktu pengenaan tarif untuk China.
Renat Sofie Andriani
Renat Sofie Andriani - Bisnis.com 29 Agustus 2018  |  08:25 WIB

Bisnis.com, JAKARTA – Pergerakan bursa saham Asia tertahan pada awal perdagangan hari ini, Rabu (29/8/2018), saat optimisme seputar kesepakatan perdagangan Amerika Serikat (AS) dan Meksiko menyurut digantikan kekhawatiran menjelang batas waktu pengenaan tarif untuk China.

Dilansir dari Reuters, indeks MSCI Asia Pasifik, selain Jepang, naik hanya 0,02%, sedangkan indeks Nikkei Jepang naik 0,3%.

Akhir yang cenderung flat dalam pergerakan bursa saham Wall Street di Amerika Serikat pada perdagangan Selasa (28/8) serta minimnya data ekonomi di seluruh kawasan mengarah pada sesi perdagangan yang sepi hari ini.

Pada Selasa, indeks S&P 500 ditutup naik tipis 0,03% atau 0,78 poin di level 2.897,52 dan indeks Nasdaq Composite menguat 0,15% atau 12,14 poin di level 8.030,04. Adapun indeks Dow Jones Industrial Average berakhir naik 0,06% atau 14,38 poin di level 26.064,02.

Analis JPMorgan merujuk pada mendekatnya batas waktu untuk komentar publik sehubungan dengan kenaikan tarif yang diusulkan Presiden AS Donald Trump terhadap barang-barang China senilai US$200 miliar, pada 5 September.

“Arus akhir bulan dapat mulai berlangsung hingga akhir pekan, dan dikombinasikan dengan aliran berita ringan dan risiko eskalasi perang perdagangan yang akan datang dapat menyebabkan kepercayaan yang tetap tipis,” jelasnya.

Di Washington, negosiator perdagangan utama Kanada dikabarkan sedang dalam pembicaraan untuk mempertahankan Perjanjian Perdagangan Bebas Amerika Utara (NAFTA), menyusul kesepakatan antara Amerika Serikat dan Meksiko pada Senin (27/8).

Presiden Trump memperingatkan dia dapat melanjutkan kesepakatan perdagangan dengan Meksiko saja serta mengenakan tarif pada Kanada jika Kanada tidak mengikuti kesepakatan baru.

Tetap saja, jika kesepakatan perdagangan hanya dijalin dengan Meksiko, Kongres harus menyetujui kesepakatan tersebut dalam sebuah proses yang akan memakan waktu berbulan-bulan.

“Singkatnya, tampak banyak isu yang diperdebatkan masih belum terselesaikan dan ada batas waktu sangat ketat yang perlu diikuti jika kesepakatan NAFTA harus diratifikasi oleh Kongres AS saat ini,” papar analis NAB dalam risetnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
Bursa Asia

Editor : Mia Chitra Dinisari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top
Tutup