Kebijakan PBOC Dorong Mata Uang Asia, Rupiah Ditutup Rebound

Rupiah ditutup menguat 20 poin atau 0,14% di level Rp14.478 per dolar AS pada perdagangan hari ini, setelah dibuka menguat 5 poin atau 0,03% di posisi Rp14.493 per dolar AS.
Aprianto Cahyo Nugroho | 06 Agustus 2018 17:53 WIB
Karyawan menata uang rupiah di cash center sebuah bank. - JIBI/Abdullah Azzam

Bisnis.com, JAKARTA — Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS ditutup rebound pada akhir perdagangan hari ini, Senin (6/8/2018).

Rupiah ditutup menguat 20 poin atau 0,14% di level Rp14.478 per dolar AS pada perdagangan hari ini, setelah dibuka menguat 5 poin atau 0,03% di posisi Rp14.493 per dolar AS.

Sepanjang perdagangan hari ini, rupiah bergerak pada level Rp14.469 – Rp14.493 per dolar AS. Adapun pada akhir perdagangan pekan lalu, Jumat (3/8), IHSG ditutup melemah 20 poin atau 0,14% ke level Rp14.498 per dolar AS.

Mata uang di Asia terpantau bergerak cenderung variatif petang ini, dengan penguatan dipimpin oleh peso Filipina yang terapresiasi 0,42%, sedangkan yuan China yang melemah 0,26% memimpin pelemahan.

Dilansir Bloomberg, rupiah menguat bersama dengan mata uang negara berkembang lainnya di Asia setelah mendapatkan dukungan dari upaya China untuk menarik nilai tukar yuan menjauh dari posisi terendahnya.

Pada Jumat (3/8), People’s Bank of China (PBOC) mengumumkan penyesuaian kebijakan yang akan membuat perdagangan yuan menjadi jauh lebih mahal. Hal ini dilakukan setelah yuan mencatat pelemahan mingguan kedelapan berturut-turut.

“PBOC memecah kebisuan dan perubahan kebijakannya mengisyaratkan bahwa bank sentral tersebut siap mendukung yuan, ” kata Ken Cheung, senior Asian FX strategist di Mizuho Bank.

"Meredanya risiko depresiasi RMB (renminbi) pastinya meningkatkan sentimen pasar Asia serta mendukung mata uang Asia.”

Sementara itu, indeks dolar AS yang mengukur kekuatan kurs dolar AS terhadap sejumlah mata uang utama lanjut bergerak di zona hijau dengan penguatan 0,17% atau 0,164 poin ke level 95,325 pada pukul 17.09 WIB.

Sebelumnya indeks dolar dibuka naik tipis 0,040 poin atau 0,04% di level 95,201, setelah pada perdagangan Jumat (3/8) berakhir turun tipis 0,01% atau 0,009 poin di posisi 95,161.

Sementara itu, ekonomi Indonesia kuartal II/2018 tumbuh sebesar 5,27%, lebih tinggi dibandingkan dengan pertumbuhan kuartal yang sama tahun lalu 5,01% (yoy).

Secara kuartalan, ekonomi pada kuartal II/2018 tumbuh 4,21%, juga lebih baik dibandingkan dengan kuartal I/2018. Adapun secara kumulatif, pertumbuhan semester satu mencapai 5,17%.

Meski masih di bawah target pertumbuhan ekonomi 2018 sebesar 5,4%, capaian ini dinilai merupakan lompatan yang bagus.

“Sumber pertumbuhan dari konsumsi rumah tangga, PMTB dan konsumsi pemerintah. Tidak banyak bergerak sumbernya, hanya angkanya yang bergerak,” tutur Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Suhariyanto hari ini.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
nilai tukar rupiah

Editor : Martin Sihombing

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top