Saham Produsen Otomotif Tertekan, Topix Melorot

Indeks Topix dan Nikkei 225 Jepang tertekan dan kompak berakhir turun 1% pada perdagangan hari ini, Kamis (2/8/2018), di tengah berlanjutnya tensi perdagangan antara Amerika Serikat (AS) dan China.
Renat Sofie Andriani | 02 Agustus 2018 15:17 WIB
Bursa Jepang - Reuters

Bisnis.com, JAKARTA – Indeks Topix dan Nikkei 225 Jepang tertekan dan kompak berakhir turun 1% pada perdagangan hari ini, Kamis (2/8/2018), di tengah berlanjutnya tensi perdagangan antara Amerika Serikat (AS) dan China.

Indeks Topix dibuka di zona merah dengan turun tipis 1,50 poin atau 0,08% di level 1.768,26 dan berakhir melemah 17,67 poin atau 1% di level 1.752,09. Padahal pada perdagangan Rabu (1/8), Topix mampu rebound dan ditutup menguat 0,94% atau 16,47 poin di posisi 1.769,76.

Berdasarkan data Bloomberg, dari 2.091 saham pada indeks Topix, 504 saham di antaranya menguat, 1.503 saham melemah, dan 84 saham stagnan.

Saham Toyota Motor Corp. dan Honda Motor Co. Ltd. yang masing-masing turun 1,58% dan 2,87% menjadi penekan utama terhadap pelemahan Topix pada akhir perdagangan hari ini.

Adapun indeks Nikkei 225 mengakhiri pergerakannya dengan pelemahan 1,03% atau 234,17 poin di level 22.512,53, setelah tergelincir ke zona merah dengan dibuka turun 0,31% atau 69,97 poin di posisi 22.676,73.

Sebanyak 51 saham menguat, 165 saham melemah, dan 9 saham stagnan dari 225 saham pada indeks Nikkei. Saham Fast Retailing Co. Ltd. yang turun 1,50% menjadi penekan utama terhadap pelemahan Nikkei pada akhir perdagangan hari ini

Pelemahan saham Fast Retailing diikuti saham FANUC Corp. (-3,17%) dan KDDI Corp. (-2,78%). Saham KDDI Corp. membukukan penurunan terbesar sejak 23 Maret setelah laporan keuangan kuartal pertamanya meleset dari perkiraan.

Sementara itu, nilai tukar yen hari ini terpantau lanjut menguat 0,04% atau 0,05 poin ke posisi 111,67 per dolar AS pada pukul 14.20 WIB, setelah berakhir menguat 0,13% di posisi 111,72 pada perdagangan Rabu (1/8).

Dilansir dari Bloomberg, saham perusahaan otomotif membebani Topix hari ini saat nilai tukar yen terapresiasi terhadap dolar AS untuk hari kedua.

Pemerintahan Presiden AS Donald Trump menyatakan sedang mempertimbangkan apakah akan menaikkan tarif impor atas barang-barang asal China senilai US$200 miliar menjadi 25% dari rencana sebelumnya sebesar 10%.

Sentimen investor juga terbebani keputusan rapat kebijakan The Fed yang kembali menyatakan kenaikan suku bunga lebih lanjut secara bertahap. Bank sentral AS tersebut melihat peluang kenaikan suku bunga lebih lanjut sebanyak dua kali hingga akhir tahun ini.

"Sulit bagi sentimen investor untuk menjadi bullish karena kekhawatiran atas suku bunga yang lebih tinggi. Selain itu, eskalasi dalam friksi perdagangan antara AS dan China dapat menyebabkan perlambatan ekonomi global,” kata Mitsuo Shimizu, pakar strategi ekuitas
di Aizawa Securities di Tokyo.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
bursa jepang

Editor : Mia Chitra Dinisari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top