IHSG Sukses Rebound Saat Tenaga Bursa Asia Mengendur

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sukses mempertahankan reboundnya dan berakhir menguat pada perdagangan hari ini, Rabu (18/7/2018), meski bergerak fluktuatif sepanjang sesi.
Renat Sofie Andriani | 18 Juli 2018 17:25 WIB
Karyawati berkomunikasi di dekat monitor pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Selasa (3/7/2018). - JIBI/Nurul Hidayat

Bisnis.com, JAKARTA— Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sukses mempertahankan reboundnya dan berakhir menguat pada perdagangan hari ini, Rabu (18/7/2018), meski bergerak fluktuatif sepanjang sesi.

IHSG ditutup menguat 0,50% atau 29,22 poin di level 5.890,73, setelah dua hari berturut-turut ditutup di zona merah. IHSG mulai rebound saat dibuka di zona hijau dengan kenaikan 0,13% atau 7,36 poin di level 5.868,87 pagi tadi.

Pada perdagangan Selasa (17/7), pergerakan IHSG berakhir melemah 0,74% atau 43,65 poin di level 5.861,51.

Sepanjang perdagangan hari ini, IHSG bergerak fluktuatif pada kisaran level 5.858,97 – 5.899,65. Sebanyak 193 saham menguat, 193 saham melemah, dan 211 saham stagnan dari 597 saham yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI).

Berdasarkan data Bloomberg, tujuh dari sembilan indeks sektoral IHSG menetap di zona hijau dengan support utama dari sektor tambang (+1,88%) dan infrastruktur (+1,53%). Adapun sektor perdagangan dan properti masing-masing turun 0,99% dan 0,08%.

Sejalan dengan IHSG, indeks Bisnis 27 mempertahankan reboundnya dan berakhir menguat 0,59% atau 2,97 poin di level 507,63, setelah dua hari berturut-turut tertekan.

Indeks saham lain di Asia Tenggara terpantau ikut menguat sore ini, dengan indeks FTSE Straits Time Singapura (+0,12%), indeks SE Thailand (+0,44%), indeks PSEi Filipina (+0,94%), dan indeks FTSE Malay KLCI (+0,91%).

Pergerakan indeks Topix dan Nikkei 225 Jepang juga berakhir di zona positif masing-masing naik 0,35% dan 0,43%. Di sisi lain, sejumlah indeks saham memilih menetap di zona merah hari ini, di antaranya indeks Kospi Korea Selatan (-0,34%), indeks Hang Seng Hong Kong (-0,23%), dan indeks Shanghai Composite (-0,39%).

Secara keseluruhan, bursa Asia bergerak variatif setelah komentar Gubernur Federal Reserve Jerome Powell tentang perekonomian Amerika Serikat (AS) meredakan kekhawatiran mengenai prospek pertumbuhan global di tengah tensi perdagangan yang meningkat.

Dalam suatu sesi hearing di depan Senat AS pada Selasa (17/7) waktu setempat, Powell mengisyaratkan bahwa era pertumbuhan ekonomi yang stabil dapat terus berlanjut. Ia juga cenderung mengecilkan dampak risiko perdagangan global terhadap prospek untuk kenaikan suku bunga.

“Pernyataan Powell tentang prospek positif ekonomi AS telah mengangkat sentimen di kalangan investor saat ini,” ujar John Teja, Direktur di PT Ciptadana Sekuritas Asia, dikutip Bloomberg.

“Namun, kenaikannya [sentimen positif] mungkin akan sementara. Saya masih melihat risiko dari potensi perlambatan [ekonomi] di China yang bisa berdampak buruk pada pertumbuhan di kawasan ini [Asia].”

Indeks MSCI Asia Pacific pun menyentuh posisi 165,06 pada pukul 5 sore waktu Hong Kong, mengikis penguatan sebelumnya sebesar 0,6%.

Dikutip dari risetnya, Samuel Sekuritas Indonesia menjelaskan bahwa selain optimisme terhadap perekonomian global, penguatan IHSG pada perdagangan hari ini ditopang surplus neraca perdagangan.

Seperti diketahui, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat neraca perdagangan Indonesia pada Juni 2018 surplus US$1,74 miliar.

Nilai ini diperoleh dari posisi neraca ekspor yang tercatat sebesar US$13 miliar atau lebih tinggi dibandingkan nilai neraca impor yang sekitar US$11,26 miliar. Kepala BPS Suhariyanto menyatakan surplus pada Juni 2018 didorong oleh surplus neraca nonmigas pada bulan ini.

Saham-saham pendorong IHSG:

Kode

(%)

BBCA

+2,09

TLKM

+1,78

BMRI

+1,19

ADRO

+5,97

Saham-saham penekan IHSG:

 Kode

(%)

TRIO

-24,87

BBRI

-0,70

HMSP

-0,27

EMTK

-2,33

Sumber: Bloomberg

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
IHSG

Editor : Rustam Agus

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Top