Jerome Powell Optimistis, Wall Street Menguat

Pandangan optimistis Gubernur Federal Reserve Jerome Powell atas ekonomi Amerika Serikat (AS) berikut solidnya laporan keuangan korporasi mengangkat penguatan tiga indeks saham utama AS di bursa Wall Street pada akhir perdagangan Selasa (17/7/2018).
Renat Sofie Andriani | 18 Juli 2018 06:52 WIB
Wallstreet - Reuters

Bisnis.com, JAKARTA – Pandangan optimistis Gubernur Federal Reserve Jerome Powell atas ekonomi Amerika Serikat (AS) berikut solidnya laporan keuangan korporasi mengangkat penguatan tiga indeks saham utama AS di bursa Wall Street pada akhir perdagangan Selasa (17/7/2018).

Berdasarkan data Reuters, indeks S&P 500 ditutup naik 0,40% atau 11,12 poin di 2.809,55, indeks Dow Jones Industrial Average naik 0,22% atau 55,53 poin di level 25.119,89, sedangkan indeks Nasdaq Composite berakhir menguat 0,63% atau 49,40 poin di level 7.855,12.

Dalam pernyataan tertulis, Powell mengisyaratkan bahwa era pertumbuhan ekonomi yang stabil dapat terus berlanjut. Namun, ia juga menerima kekhawatiran para senator dalam hearing kongres terkait dengan kebijakan perdagangan pemerintahan Trump.

“(Powell) menyarankan agar mereka mengawasi perkembangan perdagangan dan pasar melihat itu sebagai sinyal bahwa mereka dapat memoderasi kenaikan suku bunga mereka jika melihat beberapa tanda berisiko,” kata Peter Jankovskis, co-chief investment officer di OakBrook Investments LLC., dikutip Reuters.

Kurva imbal hasil obligasi AS mencapai tingkat paling flat dalam lebih dari satu dekade karena pandangan ekonomi Powell yang optimistis mendukung lebih banyak kenaikan suku bunga, dengan imbal hasil 2 tahun naik ke level tertingginya dalam hampir satu dekade.

Di sisi laporan keuangan perusahaan, sekitar 84,6% dari 39 perusahaan pada indeks S&P 500 yang sejauh ini telah merilis laporannya mencatat hasil yang melampaui ekspektasi, menurut data Thomson Reuters.

Optimisme laporan keuangan didorong laporan Federal Reserve yang menunjukkan peningkatan produksi industri AS, didorong rebound dalam manufaktur.

“Laporan ekonomi menunjukkan bahwa aktivitas pada kuartal kedua mungkin lebih baik dari yang diperkirakan," kata Jankovskis. "Itu, mungkin, berperan untuk menjadi peningkatan dalam perkiraan ini.:

Sebanyak 7 dari 11 sektor utama pada S&P 500 berakhir di teritori positif, dengan sektor material dan teknologi mencatat penguatan terbesar. Sementara itu, Johnson & Johnson mendorong kenaikan sebesar 0,5% pada sektor kesehatan, dengan sahamnya menguat 3,5% setelah melampaui estimasi laba dan pendapatan para analis.

Tag : wall street
Editor : Mia Chitra Dinisari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top