Saham Produsen Mobil Kerek Bursa Saham Jepang Pascalibur

Pergerakan indeks Nikkei 225 dan Topix Jepang berakhir menguat pada perdagangan hari pertama pascalibur nasional, Selasa (17/7/2018), seiring melemahnya nilai tukar mata uang yen yang mendorong prospek laba eksportir.
Renat Sofie Andriani | 17 Juli 2018 15:20 WIB
Indeks Bursa Jepang - Reuters

Bisnis.com, JAKARTA – Pergerakan indeks Nikkei 225 dan Topix Jepang berakhir menguat pada perdagangan hari pertama pascalibur nasional, Selasa (17/7/2018), seiring melemahnya nilai tukar mata uang yen yang mendorong prospek laba eksportir.

Indeks Topix dibuka di zona hijau dengan kenaikan 4,49 poin atau 0,26% di level 1.734,56 dan berakhir menguat 14,98 poin atau 0,87% di level 1.745,05. Pada perdagangan Jumat (13/7), Topix berakhir menguat 1,19% atau 20,39 poin di posisi 1.730,07.

Dari 2.081 saham pada indeks Topix, 1.559 saham di antaranya menguat, 453 saham melemah, dan 69 saham stagnan.

Saham Mitsubishi UFJ Financial Group Inc. dan Toyota Motor Corp. yang masing-masing naik 2,84% dan 1,31% menjadi pendorong utama terhadap penguatan Topix pada perdagangan hari ini.

Sejalan dengan Topix, indeks Nikkei 225 berakhir menguat 0,44% atau 100,01 poin di level 22.697,36, setelah dibuka dengan kenaikan tipis 0,04% atau 8,38 poin di posisi 22.605,73.

Sebanyak 175 saham menguat, 47 saham melemah, dan 3 saham stagnan dari 225 saham pada indeks Nikkei. Saham Suzuki Motor Corp. yang menguat 3,77% menjadi pendorong utama terhadap penguatan Nikkei pada akhir perdagangan hari ini, diikuti saham Trend Micro Inc./Japan yang naik 2,97%.

Sementara itu, nilai tukar yen terpantau melemah 0,07% atau 0,08 poin ke posisi 112,37 per dolar AS pada pukul 14.10 WIB, setelah berakhir menguat tipis 0,05% atau 0,06 poin di level 112,29 pada perdagangan Senin (16/7).

Dilansir dari Bloomberg, bursa saham Jepang mampu menguat saat pasar dibuka kembali pascalibur akhir pekan yang panjang, didorong saham produsen mobil yang mendapat keuntungan dari pelemahan yen.

Nilai tukar yen melemah terhadap dolar AS untuk pertama kalinya dalam tiga hari saat investor mengabaikan kekhawatiran atas isu perang dagang antara Amerika Serikat dan China yang membawa koreksi terhadap mayoritas pasar saham di kawasan Asia pada perdagangan Senin (16/7).

“Jika AS dan China menginginkan perang dagang, hal itu dapat berpotensi menciptakan bisnis tambahan bagi Jepang. Saya kira risiko penurunanan telah diperhitungkan ke dalam harga saham Jepang,” ujar Nicholas Smith, pakar strategi CLSA Ltd.

 

Tag : bursa jepang
Editor : Mia Chitra Dinisari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top