Saham Energi Tertekan, Indeks S&P 500 Gagal Perpanjang Kenaikan

Pergerakan tiga indeks saham utama Amerika Serikat (AS) di bursa Wall Street berakhir variatif pada perdagangan Senin (16/7/2018), dengan indeks S&P 500 turun menyusul pelemahan harga minyak yang membebani saham energi.
Renat Sofie Andriani | 17 Juli 2018 06:24 WIB
Bursa Saham AS Wallstreet - Reuters

Bisnis.com, JAKARTA – Pergerakan tiga indeks saham utama Amerika Serikat (AS) di bursa Wall Street berakhir variatif pada perdagangan Senin (16/7/2018), dengan indeks S&P 500 turun menyusul pelemahan harga minyak yang membebani saham energi.

Berdasarkan data Reuters, indeks S&P 500 ditutup turun 0,10% atau 2,88 poin di 2.798,43, indeks Dow Jones Industrial Average naik 0,18% atau 44,95 poin di level 25.064,36, sedangkan indeks Nasdaq Composite berakhir turun 0,26% atau 20,26 poin di level 7.805,72.

Selama sesi perdagangan reguler, sektor energi pada S&P turun 1,2%, memimpin penurunan persentase di antara 11 sektor utama pada S&P. Saham Exxon Mobil turun 1% dan Chevron turun 0,9%. Saham-saham tersebut berada di antara penekan terbesar terhadap indeks acuan, bersama dengan Microsoft, dengan turun 0,5%.

Harga minyak merosot lebih dari 4% setelah pelabuhan di Libya dibuka kembali dan pedagang mengamati potensi peningkatan pasokan oleh Rusia dan produsen-produsen lain.

Di sisi lain, saham bank naik, serta membalik penurunan sebelumnya pada Jumat (13/7), ketika JPMorgan Chase, Citigroup, dan Well Fargo merilis laporan keuangan mereka. Indeks finansial pada S&P 500 pun naik 1,8%, memimpin kenaikan sektor.

Adapun saham Bank of America naik 4,3% setelah laba kuartalannya melampaui ekspektasi analis, ditunjang pengeluaran yang lebih rendah serta pertumbuhan pada pinjaman dan deposito. Saham Goldman Sachs ikut positif dengan kenaikan 2,2% menjelang rilis laporan keuangannya.

Sementara itu, indeks ritel S&P 500 naik 0,3%. Data Departemen Perdagangan AS menunjukkan penjualan ritel AS meningkat 0,5% pada bulan Juni. Hal ini mengindikasikan akselerasi belanja konsumen pada kuartal kedua.

Tetap saja, hal itu tidak cukup untuk memperpanjang kenaikan baru-baru ini pada S&P 500, saat membukukan level penutupan tertinggi dalam lebih dari lima bulan pada Jumat (13/7).

“Investor mungkin enggan untuk membuat perdagangan besar menjelang peningkatan dalam laporan keuangan pekan ini dan penyampaian testimoni pertama di depan kongres oleh Gubernur Federal Reserve Jerome Powell pada Selasa dan Rabu [waktu setempat],” kata Paul Nolte, manajer portofolio di Kingsview Asset Management.

“Kita mengambil sedikit jeda setelah berjalan baik [naik] pekan lalu,” tambahnya, seperti dikutip Reuters.

Saham Netflix mengakhiri sesi dengan kenaikan 1,2% tetapi kemudian turun lebih dari 14% ketika merilis laporannya. Adapun saham Facebook, Amazon.com, dan induk Google yakni Alphabet turun lebih dari 1% dalam after-hours trading.

 

Tag : wall street
Editor : Mia Chitra Dinisari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top