Ini Sebabnya IHSG Menguat

ndeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup menguat tipis 11.59 poin atau 0,19% ke level 5893 dengan saham-saham sektor Aneka Industri (+3.45%) dan Pertambangan (+1.53%) berbalik menguat setelah pada perdagangan sebelumnya menjadi penekan.
Rinaldi Mohammad Azka | 12 Juli 2018 06:55 WIB
Karyawati berkomunikasi di dekat monitor pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Selasa (3/7/2018). - JIBI/Nurul Hidayat

Bisnis.com, JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup menguat tipis 11.59 poin atau 0,19% ke level 5893 dengan saham-saham sektor Aneka Industri (+3.45%) dan Pertambangan (+1.53%) berbalik menguat setelah pada perdagangan sebelumnya menjadi penekan.

Lanjar Nafi Taulat, analis Reliance Sekuritas, mengungkap hasil positif ini karena data tingkat penjualan eceran di Indonesia berindikasi ekspansi dengan tumbuhan tingkat kepercayaan kosumen.

"Data penjualan eceran naik 8.3% dari 4.1% dengan ekspektasi tetap di angka 4%. Investor asing tercatat net buy Rp431.57 miliar di saat rupiah yang terkonsolidasi pada level Rp14.385," ungkapnya, Rabu (11/7/2018).

Dia melihat saham TLKM, BBCA dan ASII menjadi pemimpin top net buy value investor asing.

Lanjar mengungkapkan secara teknikal IHSG kembali menguat dan berhasil bertahan tutup diatas level MA20.

Indikator stochastic memiliki pergerakan cenderung bullish dengan momentum positif indikator RSI.

"Pergerakan IHSG akan mengarah pengujian level MA50 dan bearish trend line sebagai resistance terdekat. Rentan pergerakan berada pada level 5849-5927."

Menurutnya, saham-saham yang masih dapat dicermati di antaranya AKRA, ANTM, ASII, BTPN, PTBA, SIMP, LSIP, ROTI, TINS, ADHI.

Tag : IHSG
Editor : Nancy Junita

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top