Tiga Perusahaan Ini Resmi Jadi Penghuni Baru BEI

Tiga perusahaan hari ini mulai mencatatkan sahamnya pada bursa efek domestik yaitu PT Batavia Prosperindo Trans Tbk. PT Indonesia Kendaraan Terminal Tbk., dan PT Jaya Sukses Makmur Sentosa Tbk. Ketiganya masing-masing bergerak pada sektor transportasi, terminal kendaraan, dan properti.
Dara Aziliya
Dara Aziliya - Bisnis.com 09 Juli 2018  |  09:47 WIB
Tiga Perusahaan Ini Resmi Jadi Penghuni Baru BEI
Karyawati berkomunikasi di dekat monitor pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Selasa (3/7/2018). - JIBI/Nurul Hidayat

Bisnis.com, JAKARTA -- Tiga perusahaan hari ini mulai mencatatkan sahamnya pada bursa efek domestik yaitu PT Batavia Prosperindo Trans Tbk. PT Indonesia Kendaraan Terminal Tbk., dan PT Jaya Sukses Makmur Sentosa Tbk. Ketiganya masing-masing bergerak pada sektor transportasi, terminal kendaraan, dan properti.

Ketiganya merupakan emiten ke 24, 25, dan 26 yang menjadi penghuni baru BEI tahun ini. Direktur Penilaian Perusahaan BEI IGD Nyoman Yetna Setia menyampaikan dengan melantainya ketiga perusahaan pada bursa efek, diharapkan GCG dan performa perusahaan akan kian baik.

"Dengan menjadi perusahaan tercatat, perusahaan harus berkomitmen untuk bagaimana menjaga utilisasi korporasinya ke depan dalam mempersiapkan aksi korporasi, jangan hanya berhenti pada IPO. Semoga saham perseroan menjadi incaran investor," ungkap Yetna di Jakarta, Senin (9/7).

Pada pembukaan perdagangan, harga saham Batavia Prosperindo Trans atau BTPR dibuka pada harga Rp170, atau meningkat 70 poin dari harga penawaran Rp100, sedangkan saham Indonesia Kendaraam Terminal dibuka pada harga Rp1.710, dari harga penawaran umum Rp1.640.

Deputi Bidang Restrukturisasi dan Pengembangan Usaha Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Aloysius Kiik Ro menyampaikan IPO Indonesia Kendaraan Terminal menunjukkan komitmen Kementerian BUMN untuk membuat minimal satu entitas anak Pelindo II melantai di bursa saham setiap semester.

"Kementerian BUMN dan perusahaan BUMN mendorong perusahaan membangun bisnis dan proyek strategis dengan melantai di bursa saham. Dengan menjadi perusahaan terbuka, kami harap kinerja perusahaan akan lebih baik," ungkap Aloysius.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
bursa efek indonesia

Editor : Riendy Astria
KOMENTAR


Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top