Ini Harapan Direksi Lama BEI untuk Direksi Baru

Nicky Hogan, Direktur Pengembangan Bursa Efek Indonesia (BEI), berharap jajaran direksi BEI yang baru nantinya dapat mendukung untuk meneruskan dan meningkatkan program Yuk Nabung Saham yang telah diluncurkan sejak November 2015.
Emanuel B. Caesario | 25 Juni 2018 12:31 WIB
Kepala Balai Penerbitan Braille Indonesia (BPBI) Abiyoso, Dani Widarman ( dari kiri) secara simbolis menyerahkan buku Yuk Nabung Saham versi braile kepada Direktur PT Bursa Efek Indonesia Nicky Hogan, disaksikan Deputi Komisioner Edukasi dan Pelindungan Konsumen OJK Sarjito dan Deputi Direktur Pasar Modal Syariah OJK M. Thoriq pada acara peluncurannya di Jakarta, Jumat (22/6/2018). - JIBI/Dedi Gunawan

Bisnis.com, JAKARTA—Nicky Hogan, Direktur Pengembangan Bursa Efek Indonesia (BEI), berharap jajaran direksi BEI yang baru nantinya dapat mendukung untuk meneruskan dan meningkatkan program Yuk Nabung Saham yang telah diluncurkan sejak November 2015.

Pada Jumat (22/6/2018) pekan lalu OJK telah mengumumkan paket terpilih sebagai jajaran direksi baru Bursa Efek Indonesia, yakni paket yang dikepalai Inarno Djajadi sebagai direktur utama. Inarno sebelumnya menjabat sebagai komisaris BEI.

Posisi Nicky sebagai direktur pengembangan akan digantikan oleh Hasan Fawzi yang sebelumnya menjabat sebagai direktur utama Kliring Penjaminan Efek Indonesia (KPEI).

Nicky mengatakan, sejauh ini program Yuk Nabung Saham yang diresmikan oleh Wakil Presiden Jusuf Kalla berjalan dengan cukup baik. Jumlah investor hingga Jumat pekan lalu sudah mencapai 710.000, meningkat 13% atau 81.500 investor dibandingkan akhir tahun 2017.

BEI menggelar ribuan kegiatan di daerah-daerah untuk mempromosikan pasar modal kepada masyarakat luas serta menambah kantor perwakilan dan galeri investasi baru di daerah-daerah, terutama di kampus-kampus. Hal ini meningkatkan jumlah investor baru dari kalangan generasi millennial.

Nicky mengatakan, dirinya sudah berkomunikasi dengan Hasan Fawzi. Menurutnya, Hasan atas nama jajaran direksi yang baru juga setuju untuk melanjutkan program tersebut. Lagi pula, Hasan sebagai dirut KPEI pun selama ini turut berkolaborasi dalam menjalankan program-program BEI.

“So far [program Yuk Nabung Saham] kan berjalan baik dan sukses saya rasa, tidak saja dengan penambahan jumlah investor tetapi juga keaktifannya. Saya sudah ketemu pak Hasan dan kita sudah setuju untuk melanjutkan,” katanya, Senin (25/6/2018).

Nicky mengatakan, BEI baru saja meluncurkan program edukasi pasar modal dengan platform digital, yakni eClass, yang akan mendukung direksi baru untuk meningkatkan jumlah investor di masa mendatang.

Kelas online ini adalah untuk pendidikan dan sertifikasi profesi pasar modal Indonesia, serta untuk sekolah pasar modal (SPM). Selama ini, kedua kegiatan tersebut diselenggarakan secara offline atau tatap muka.

Pendidikan dan sertifikasi profesi pasar modal Indonesia dapat diakses melalui elearning.ticm.co.di, sedangkan SPM online dapat diakses melalui sekolahpasarmodal.idx.co.id. Trobosan ini sudah direncanakan sejak awal tahun, tetapi baru sekarang siap dioperasikan.

Dari 23 anggota bursa yang menjadi tim pengajar dalam SPM offline, ada 5 anggota bursa yang siap untuk menjalankan program SPM online ini. Kelima sekuritas tersebut yakni Indo Premier Sekuritas, Phillip Sekuritas, Phintraco Sekuritas, Profindo Sekuritas, dan Indosurya Sekuritas.

Dengan adanya terobosan ini, Nicky memperkirakan jumlah investor hingga akhir tahun ini dapat mencapai 800.000 investor, meningkat dari posisi akhir pekan lalu 710.000. Sebelum adanya program ini, Nicky memperkirakan jumlah investor hingga akhir tahun ini sebanyak 750.000.

Tag : bursa efek indonesia
Editor : Riendy Astria

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top