Bursa China Catat Pekan Terburuk Gara-Gara Isu Perang Dagang

Indeks Shanghai Composite dan CSI 300 China membukukan penurunan mingguan terburuk sejak awal Februari, seiring berlanjutnya kekhawatiran seputar perselisihan dagang antara negeri Tirai Bambu dan Amerika Serikat (AS).
Renat Sofie Andriani | 22 Juni 2018 17:14 WIB
ilustrasi - Reuters

Bisnis.com, JAKARTA – Indeks Shanghai Composite dan CSI 300 China membukukan penurunan mingguan terburuk sejak awal Februari, seiring berlanjutnya kekhawatiran seputar perselisihan dagang antara negeri Tirai Bambu dan Amerika Serikat (AS).

Kendati demikian, Indeks Shanghai Composite dan CSI 300 China berhasil kompak rebound pada akhir perdagangan hari ini, Jumat (22/6/2018).

Berdasarkan data Bloomberg, indeks Shanghai Composite ditutup menguat 0,49% atau 13,95 poin di level 2.889,76, setelah dibuka di zona merah dengan pelemahan 0,70% atau 20,22 poin di posisi 2.855,58.

Adapun indeks CSI 300 di Shenzhen yang berisi saham-saham bluechip berakhir menguat 0,44% atau 15,94 poin di level 3.608,90, setelah dibuka melemah 0,70% atau 25,07 poin di posisi 3.567,89.

Namun, rebound tersebut sepertinya tidak mampu mengkompensasi performa pasar sepakan ini. Sepanjang pekan ini, indeks Shanghai Composite telah melemah 4,4% dan CSI 300 turun 3,8%.

Pada Kamis (21/6), Menteri Perdagangan AS Wilbur Ross mengatakan bahwa AS perlu mempersulit para mitra dagangnya untuk memiliki hambatan perdagangan yang tinggi, demi mencapai tujuan akhir Presiden Donald Trump tentang tarif yang lebih rendah dan tingkat yang setara.

Di sisi lain, media pemerintah China mengatakan bahwa langkah proteksionisme AS adalah ‘gejala delusi paranoid’ yang tidak boleh mengalihkan perhatian China dari jalurnya menuju modernisasi.

Kementerian Perdagangan China sebelumnya menuduh sikap Amerika Serikat "berubah-ubah" atas masalah perdagangan bilateral dan memperingatkan bahwa kepentingan para pekerja dan petani AS akan dirugikan akibat sikap pemerintah negara itu yang semena-mena.

Saat beberapa investor masih berharap pemerintah AS dan China dapat membuat kesepakatan sebelum 6 Juli, ketika putaran pertama tarif AS atas barang-barang Cina serta tarif pembalasan oleh China akan berlaku, yang lain melihat meredupnya harapan akan kompromi awal.

Sejalan dengan bursa China, indeks Hang Seng Hong Kong mampu rebound dan berakhir naik 0,15% di level 29.338,70. Meski demikian, Hang Seng membukukan penurunan mingguan terburuknya dalam tiga bulan di tengah kekhawatiran perang dagang. 

 

Tag : bursa china
Editor : Sutarno

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top