Ekspor Minyak Venezuela Ke China Anjlok, Terendah Selama 8 Tahun

Impor minyak mentah China dari Venezuela merosot mendekati level terendahnya selama delapan tahun untuk pengiriman Juni setelah produsen OPEC tersebut berjuang dengan kebijakan sebelumnya, yakni pembatasan produksi.
Mutiara Nabila | 17 Juni 2018 12:20 WIB
Ilustrasi. - .

Bisnis.com, JAKARTA – Impor minyak mentah China dari Venezuela merosot mendekati level terendahnya selama delapan tahun untuk pengiriman Juni setelah produsen OPEC tersebut berjuang dengan kebijakan sebelumnya, yakni pembatasan produksi.

Perusahaan milik negara China PetroChina memperkirakan pengiriman minyak dari Venezuela akan berkurang hingga setengahnya pada Juni 2018. Adapun, perusahaan negara milik Venezuela PDVSA berjanji akan menutup kekurangan pengiriman pada Juli mendatang dan kiriman tersebut akan tiba di China pada Agustus – September.

Isu anjloknya pasokan minyak di sejumlah pelanggan utama di Venezuela, kreditor dan persekutuan politik menjadi indikator bahwa negara dengan persediaan minyak terbanyak di dunia tersebut tengah mengalami masa sulit.

Hasil produksi minyak Venezuela turun, menyentuh rata-rata tahunan terendah dalam tiga dekade pada periode antara Januari hingga April. Sementara itu, klaim aset oleh kreditor telah membuat PDVSA tak lagi memiliki akses ke terminal ekspornya.

Peningkatan permintaan minyak China di tengah kekuatan pertumbuhan ekonomi telah meningkatkan ketergantungannya pada impor, padahal di sisi lain, Venezuela tengah mengalami kesulitan untuk melakukan ekspor setelah infrastrukturnya ambruk.

Gangguan pasokan di Venezuela untuk dikirim ke China sudah berlangsung sejak April, dan sejak pertengahan Mei hingga awal Juni PDVSA tidak lagi mengirimkan minyak ke PetroChina.

“Venezuela menjadi korban terparah dari perang pangsa pasar minyak. Kami tak melihat ada prospek untuk membalik kondisi Venezuela saat ini,” ujar sejumlah analis RBC Capital Markets yang dipimpin oleh Helima Croft, dikutip dari Reuters, Minggu (17/6/2018).

PDVSA telah memangkas operasinya pada unit yang dapat mengolah minyak berat menjadi minyak yang layak ekspor. Perusahaan itu juga telah memberitahu PetroChina terkait dengan persyaratan pengiriman yang baru dan telah menyepakati penambahan biaya untuk pengiriman tersebut.

Berdasarkan data bea cukai China, Venezuela merupakan pemasok terbesar yang menduduki peringkat kedelapan ke China pada tahun lalu dengan kiriman sebanyak 435.400 barel per hari, di belakang Brasil.
Pada kuartal pertama tahun ini, peringkatnya turun ke angka sembilan dengan rata-rata volume yang diekspor sebanyak 381.300 barel per hari karena China mulai meningkatkan impor minyaknya dari Irak, Kuwait, dan Brasil.

Data pengiriman dan industri global juga mengungkapkan ekspor minyak Venezuela ke India juga turun 20% pada lima bulan pertama 2018 menjadi 323.600 barel per hari.

Tag : Harga Minyak
Editor : Linda Teti Silitonga

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top