Oso Sekuritas: Indeks Cenderung Melemah di Level 6.077-6.137

Oso Sekuritas memprediksi IHSG akan bergerak bergerak melemah dengan pergerakan di kisaran 6.077-6.137 hari ini.
Mia Chitra Dinisari | 08 Juni 2018 09:12 WIB
Karyawan beraktivitas di dekat papan elektronik penunjuk Indeks Harga Saham Gabungan, di Jakarta, Selasa (27/2/2018). - JIBI/Felix Jody Kinarwan

Bisnis.com, JAKARTA - Oso Sekuritas memprediksi IHSG akan bergerak bergerak melemah dengan pergerakan di kisaran 6.077-6.137 hari ini.

Tim analis Oso Sekuritas menyebutkan hal tersebut karena IHSG menguji resistance terdekat di level 6.095 dengan indikator Stochastic kembali bergerak di rea overbought dan MACD histogram positif serta volume turun.

Pada perdagangan kemarin (07/07), IHSG ditutup menguat 0,61% ke level 6,106.70. Seluruh indeks sektoral berakhir dalam teritori positif, dimana sektor Agrikultur dan memimpin penguatan masing-masing sebesar 1,60% dan 1,23%.

Adapun saham yang menjadi penggerak indeks diantaranya: BBRI, BBNI, GGRM, MEGA, UNTR Menguatnya indeks sejalan dengan pergerakan bursa Asia Pasific yang mayoritas ditutup pada zona hijau dimana Indeks Sensex dan Nikkei memimpin penguatan masing-masing sebesar 0,93% dan 0,87%.

Adapun rilisnya data pada perdagangan (07/06) Indeks Penjualan Ril (IPR) April 2018 yang tumnbuh menjadi sebesar 4,1% lebih tinggi dibandingkan IPR April 2017 sebesar 2.5% Pelaku pasar asing membukukan aksi jual bersih (netsell) sebesar Rp 98,49 miliar. Nilai tukar rupiah terdepresiasi sebesar 0.16% ke level 13,875. Global Market Sementara itu indeks utama bursa saham AS ditutup bervariatif dengan mayoritas melemah pada perdagangan Semalam.

Indeks S&P melemah tipis 0.08% ke level 2,770.19, dan Nasdaq terkoreksi pasca berhasil menembus rekor barunya untuk yang kesekian kali sebesar 0.70% ke level 7,635.07. Sedangkan indeks AS berhasil menguat ditengah pelemahan indeks utama lainnya sebesar 0.37% ke level 25,240.34.

Pelemahan pada mayoritas indeks terjadi seiring aksi profit taking pada saham-saham teknologi serta antisipasi yang diambil pelaku pasar jelang pertemuan Bank Sentral antara AS dan Eropa. Selain itu, adanya keputusan The Fed pekan depan nampaknya juga menjadi fokus pelaku pasar pada perdagangan semalam.

Economic & Industry News
Darmin Nasution: Inflasi Rendah Tak Menandakan Daya Beli Yang Lemah
Pemerintah Memperkirakan Aktivitas Ekspor Dan Impor Tahun 2019 Akan Terpengaruh Risiko Dari Perdagangan Dunia
BI: Indeks Penjualan Riil Penjualan Eceran April 2018 Tumbuh 4,1% year on year (yoy) Corporates News
MAMI Membukukan Laba Bersih Sebesar Rp 1,89 Miliar Di Kuartal I Tahun 2018
INDS Berencana Akan Membagikan Dividen Tunai Dari Laba Tahun Buku Tahun 2017 Sebesar Rp 100 Per Saham
SSIA Mendapatkan Pinjaman Sebesar US$ 100 Juta Dari International Finance Coorporation (IFC)
AMFG Berencana Akan Membagikan Dividen Tunai Sebesar Rp 30 Per Saham Pada Tanggal 5 Juli 2018
Batavia Proseprindo Trans Berencana Melakukan Penawaran Umum Perdana (IPO) Dengan Kisaran Harga Rp 100 Hingga Rp 150 Per Saham
MINA Akan Melakukan Pemecahan Saham Atau Stock Split sebesar 1:5
SMRA Berencana Akan Membagikan Dividen Sebesar Rp 5 Per Saham Pada Tanggal 20 Juli 2018
BTPN Akan Melakukan Penambahan Modal Dasar Menjadi Rp 300 Miliar
BNBA Akan Membagikan Dividen Tunai Dari Tahun Laba 2017 Sebesar Rp 10 Per Saham Pada Tanggal 6 Juli 2018
Northstar Telah Melakukan Pembelian Saham ARMY Sebanyak Rp 456,5 Miliar TINS Telah Menghabiskan Dana Sebesar Rp 93,07 miliar Untuk Kegiatan Eksplorasi Timah Pada Mei 2018

Tag : IHSG
Editor : Mia Chitra Dinisari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top