Kurs Jisdor Terdepresiasi 69 Poin, Spot Rupiah Masih Tertekan

Data yang diterbitkan BI pagi ini terpantau menempatkan Jisdor di Rp14.176 per dolar AS, terdepresiasi 69 poin atau 0,48% dari posisi Rp14.107 pada Jumat (18/5).
Aprianto Cahyo Nugroho | 21 Mei 2018 10:49 WIB
Uang rupiah. - Bloomberg/Brent Lewin

Bisnis.com, JAKARTA - Kurs rupiah menyentuh posisi Rp14.176 per dolar AS berdasarkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) hari ini, Senin (21/5/2018).

Data yang diterbitkan BI pagi ini terpantau menempatkan Jisdor di Rp14.176 per dolar AS, terdepresiasi 69 poin atau 0,48% dari posisi Rp14.107 pada Jumat (18/5).

Di pasar spot, pergerakan nilai tukar rupiah melemah 42 poin atau 0,30% ke level Rp14.198 per dolar AS pada pukul 10.18 WIB, setelah dibuka di posisi Rp14.184.

Sepanjang perdagangan hari ini, rupiah bergerak pada level Rp14.175 – Rp14.198 per dolar AS. Adapun pada perdagangan Jumat (18/5), rupiah ditutup melemah 0,7% atau 98 poin ke level Rp14.156 per dolar AS.

Sementara itu, indeks dolar AS, yang melacak pergerakan greenback terhadap sejumlah mata uang dunia terpantau menguat 0,22% atau 0,203 poin ke level 93.84 pada pukul 10.24 WIB.

Sebelumnya indeks dolar dibuka dengan kenaikan 0,052 poin atau 0,06% di level 93,689. Adapun pada perdagangan Jumat (18/5), indeks berakhir menguat 0,18% atau 0,168 poin di posisi 93,637.

Analis Samuel Sekuritas Indonesia mengatakan pelemahan rupiah pada hari ini dipengaruhi oleh laju indeks dolar Amerika Serikat yang bergerak menguat.

Dollar diperkirakan bergerak menguat di level 93-94 terhadap beberapa mata uang utama dunia lain terutama euro menyusul risiko politik yang meningkat di Eropa pasca terpilihnya partai populis Five star movement dan partai liga di Italia yang kini menjanjikan pemotongan pajak besar-besaran dan menaikkan belanja sosial.

Hal tersebut, ungkap Ahmad, meningkatkan kekhawatiran bahwa akan terjadi penurunan peringkat surat utang Italia.

“Seiring masih cukup kuatnya dolar serta pasca kenaikan tingkat suku bunga acuan, Rupiah diperkirakan mencari titik keseimbangan baru di level Rp14.100 - Rp14.200 per dolar AS,” ungkap Ahmad dalam risetnya, Senin (21/5/2018).

Kurs Referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor/Rupiah)

21 Mei

14.176

18 Mei

14.107

17 Mei

14.074

16 Mei

14.094

15 Mei

14.020

               

 

 

 

Sumber: Bank Indonesia

Tag : jisdor
Editor : Fajar Sidik

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top