Steadfast Marine Bidik Rp42 Miliar dari IPO

Perusahaan galangan kapal PT Steadfast Marine Tbk. membidik dana sebesar Rp38,5 miliar hingga Rp42 miliar dari penawaran umum perdana atau initial public offering (IPO). Perseroan bakal membidik segmen pembuatan dan perawatan kapal berteknologi tinggi (hi-tech) dalam ekspansi perseroan ke depan.
Rivki Maulana | 21 Mei 2018 18:37 WIB
Direktur PT Steadfast Marine Tbk Irsa Suhatam (dari kiri) berbincang dengan Direktur Independen Ibrahim Saleh, Dirut Rudy Kurniawan Logam, Direktur PT Jasa Utama Capital Sekuritas Deddy Suganda Widjaja, Komisaris Utama Eddy Kurniawan Logam, Komisaris Independen Airvin Widyatama Hardani, dan Komisaris Marwoto, sebelum penawaran umum perdana saham, di Jakarta, Senin (21/5/2018). - JIBI/Endang Muchtar

Bisnis.com, JAKARTA -- Perusahaan galangan kapal PT Steadfast Marine Tbk. membidik dana sebesar Rp38,5 miliar hingga Rp42 miliar dari penawaran umum perdana atau initial public offering (IPO). Perseroan bakal membidik segmen pembuatan dan perawatan kapal berteknologi tinggi (hi-tech) dalam ekspansi perseroan ke depan.

Dalam Due Dilligence dan Public Expose IPO Steadfast Marine di Jakarta, Senin (21/5/2018), perseroan bakal melepas 350.003.000 lembar saham ke publik dengan harga penaawaran Rp 110 hingga Rp120 per lembar. Steadfast Marine menunjuk Jasa Utama Capital Sekuritas sebagai penjamin pelaksana emisi atau underwriter dalam proses IPO ini.

Direktur Utama Jasa Utama Capital, Deddy Suganda Widjaja mengatakan seluruh dana hasil IPO akan digunakan untuk modal kerja."Karena ini industri yang padat modal dan padat karya, jadi seluruhnya untuk belanja modal pembuatan kapal," ujarnya di Jakarta

Dia menyebut, bersamaan dengan proses IPO, Steadfast Marine juga menawarkan waran sebanyak 175.001.500 dengan rasio 2:1 dan berdurasi satu tahun. Deddy mengatakan, masa penawaran awal atau books building berlangsung hari ini hingga 28 Mei 2018 mendatang. Steadfast Marine berharap bisa mendapat pernyataan efektif dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) pada 4 Juni 2018 mendatang dan proses pencatatan saham bisa berlangsung selang empat hari kemudian.

Rudy Kurniawan Logam, Direktur Utama Steadfast mengatakan sejak didirikan 2005 hingga 2016, perseroan telah membangun 88 kapal dari beragam jenis, mulai dari kapal keruk, kapal cepat, kapal latih, hingga kapal penumpang. Dia menerangkan, perseroan juga bisa membuat kapal baik dengan klasifikasi dalam negeri, yakni Biro Klasifikasi Indonesia maupun klasifikasi asing.

Dia menerangkan, Steadfast Marine mendapat kontrak pembuatan 13 kapal dari Kementerian Perhubungan, terdiri dari enam kapal latih dan tujuh kapal perintis Tol Laut. Enam kapal latih dan dua kapal perintis telah diserahkan kepada Kemenhub sedangkan lima kapal lain tengah dalam proses penyelesaian.
Dua unit kapal perintis yang sudah diserahkan menurut Rudy merupakan tipe 1.200 GT sedangkan lima kapal yang masih dikerjakan bertipe 2.000 GT. "Kami targetkann setelah lebaran atau awal Juli sudah bisa delivery," ujarnya kepada Bisnis.

Setelah pesanan dari Kemenhub rampung, Steadfast siap menggarap pesanan kapal dari Tentara Nasional Indonesia sebanyak tiga unit. Ketiga kapal itu merupakan kapal tipe kapal cepat patroli. Rudy mengatakan, nilai kontrak pembuatan kapal dari TNI mencapai kisaran Rp20 miliar.

Di samping itu, Steadfast Marine juga tengah menjajaki kerja sama pembuatan kapal pesiar dengan pemesan dari Australia. Kapal pesiar yang tengah dijajaki berukuran 40 meter hingga 50 meter. Pembuatan kapal pesiar menurut Rudy menjadi tonggak baru karena membutuhkan kompetensi yang lebih spesifik.

Ke depan, Steadfast Marine membidik ceruk pasar sempit di segmen kapal berteknolgi tinggi. Eddy Kurniawan Logam, Komisaris Utama Steadfast Marine mengatakan perseroan percaya diri di segmen tersebut karena berpengalaman bermitra dengan galangan asal Belanda, Damen Shipyard. "Kami pernah membangun kapal dredger [keruk] yang paling besar dibangun di luar Eropa," ujarnya.

Di samping itu, Steadfast juga membidik peningkatan porsi pendapatan dari segmen perbaikan dan perawata kapal. Eddy mengatakan, dalam 3 tahun ke depan, porsi pendapatan dari segmen tersebut diharapkan naik menjadi 30%. Steadfast Marine membidik kapal-kapal pengangkut LNG di segmen ini karena sesuai dengan fokus perseroan di segmen hi-tech. Saat ini, Steadfast tengah mengerjakan perawaran dua kapal pengangkut LNG di galangan Pontianak.

Tag : ipo
Editor : Martin Sihombing

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top