Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Kuartal I/2018, Laba Jaya Trishindo (HELI) Tergerus 87,3%

Emiten penyewaan helikopter PT Jaya Trishindo Tbk. pada tahun lalu membukukan laba bersih tahun berjalan sebesar Rp9,14 miliar. Capaian tersebut meningkat 108,7% dibandingkan laba bersih perseroan pada 2016 yang sebesar Rp4,38 miliar.
Dara Aziliya
Dara Aziliya - Bisnis.com 21 Mei 2018  |  16:22 WIB
Ilustrasi helikopter
Ilustrasi helikopter

Bisnis.com, JAKARTA – Kendati membukukan kinerja keuangan yang cemerlang pada 2017, capaian kuartal I/2018 PT Jaya Trishindo Tbk. yang baru saja melantai di bursa saham domestik pada Maret 2018 tersebut belum begitu menggembirakan.

Berdasarkan laporan keuangan perseroan, pendapatan emiten berkode saham HELI itu hanya naik tipis sebesar 0,5% pada kuartal I/2018 menjadi Rp10,26 miliar dari sebelumnya Rp10,20 miliar (yoy). Kendati demikian, biaya keuangan perseroan yang mencapai Rp1,9 miliar atau meningkat 21,8% membebani laba bersih HELI.

Akibatnya, pada kuartal I/2018 perseroan hanya membukukan laba tahun berjalan sebesar Rp264,33 juta, tergerus 87,3% dibandingkan dengan kuartal I/2017 yang mencapai Rp2,08 miliar.

Pada tahun lalu, HELI membukukan laba bersih tahun berjalan sebesar Rp9,14 miliar. Capaian tersebut meningkat 108,7% dibandingkan laba bersih perseroan pada 2016 yang sebesar Rp4,38 miliar.

Berdasarkan laporan keuangan yang dipublikasikan perseroan, pendapatan emiten dengan kode saham HELI tersebut mencapai Rp153,15 miliar sepanjang tahun lalu, meningkat signifikan yaitu 114,5% dibandingkan dengan tahun sebelumnya.

Pada tahun ini, HELI menargetkan pendapatan perusahaan dapat mencapai Rp170 miliar—Rp190 miliar, atau meningkat pada kisaran 11%—24%

Direktur Utama Jaya Trishindo Edwin Widjaja sebelumnya menyampaikan perusahaan menargetkan dapat meningkatkan angka pendapatan sebesar 20% pada tahun ini.

“Tahun ini kami targetkan topline dapat tumbuh sekitar 20% dan laba sekitar 15% [kenaikan]. Alasannya karena permintaan tumbuh, terutama dari perusahaan pertambangan dan perkebunan,” ungkap Edwin belum lama ini.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Jaya Trishindo
Editor : Ana Noviani
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top