Grup Rajawali Tegaskan Tak Terkait Rencana Mantan PM Malaysia ke Indonesia

Grup Rajawali menegaskan tidak ada hubungan apapun terkait rencana mantan Perdana Menteri Malaysia Datuk Seri Najib Razak yang akan berkunjung ke Indonesia.
Hafiyyan | 14 Mei 2018 13:50 WIB
Peter Sondakh. - Forbes

Bisnis.com, JAKARTA – Grup Rajawali menegaskan tidak ada hubungan apapun terkait rencana mantan Perdana Menteri Malaysia Datuk Seri Najib Razak yang akan berkunjung ke Indonesia.

Pada Sabtu (12/5/2018), Najib yang kalah oleh Mahathir Mohamad dalam pemilu berencana bertolak ke Jakarta dari Malaysia. Namun, rencana penerbangan tersebut tertunda karena larangan Departemen Imigrasi Malaysia.

Managing Director Rajawali Corpora Satrio mengungkapkan, CEO & Chairman Rajawali Corpora Peter Sondakh tidak ada hubungan dalam bentuk apa pun dengan rencana perjalanan mantan Perdana Menteri Malaysia Datuk Seri Najib Razak berkunjung ke Indonesia.

"Saat ini, Pak Peter Sondakh sendiri sedang cuti dan berada di luar kawasan Asia dan tidak melakukan komunikasi dengan pihak-pihak mana pun di Malaysia," ujarnya, Sabtu (12/5/2018).

Menurut Satrio, Peter Sondakh maupun Grup Rajawali tidak mengetahui rencana penyewaan pesawat Premiair oleh pihak mana pun. Peter sendiri adalah konsumen lama dan loyal Premiair yang mempercayakan pesawat miliknya di bawah manajemen maskapai PT Ekspres Transportasi Antarbenua itu.

Pesawat milik Peter tidak dijadwalkan terbang hari ini atau dalam waktu dekat, karena pesawat tersebut sedang dalam kondisi tidak layak dan dalam proses perawatan tahunan. Lebih lanjut, Satrio menambahkan, Grup Rajawali dan Peter Sondakh menghargai proses demokrasi di Malaysia dan berharap yang terbaik untuk rakyat dan negara Malaysia.

Sementara itu, saham Eagle High Plantations Tbk. (BWPT) anjlok pada penutupan perdagangan Jumat (11/5/2018). Situasi ini menyusul lengsernya Najib dari posisi PM Malaysia, yang kala itu merestui pengambilan sebagian saham BWPT oleh Felda.

Pada 18 april 2017, FIC Properti Sdn. Bhd., special purpose vehicle (SPV) yang 100% sahamnya dimiliki oleh Federal Land Development Authority (Felda) membeli 37% saham BWPT. Transaksi itu terjadi melalui crossing 11,67 miliar lembar saham senilai Rp6,7 triliun.

Felda adalah lembaga pemerintah Malaysia yang berfungsi melaksanakan proyek-proyek pengembangan lahan dan kegiatan pertanian, ekonomi, sosial, dan industri.

Akhir pekan kemarin, saham BWPT turun 48 poin atau 21,62% menjadi Rp174. Aksi jual bersih investor asing mencapai Rp2,95 miliar. Adapun, kapitalisasi pasarnya sejumlah Rp5,49 triliun.

Tag : kinerja emiten, rajawali corpora
Editor : Pamuji Tri Nastiti

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top