Ini Strategi Ekspansi Hotel Dafam Property (DFAM)

PT Dafam Property Indonesia Tbk. menargetkan dalam 5 tahun ke depan akan menambah portofolio manajemen 100 hotel baru, meningkat pesat dari posisi saat ini 24 hotel.
Emanuel B. Caesario | 27 April 2018 12:32 WIB
Hotel Dafam Pekanbaru - Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA—PT Dafam Property Indonesia Tbk. menargetkan dalam 5 tahun ke depan akan menambah portofolio manajemen 100 hotel baru, meningkat pesat dari posisi saat ini 24 hotel.

Andhy Irawan, Direktur Dafam Property Indonesia dan CEO Dafam Hotel Management, mengatakan bahwa perseroan memandang bisnis perhotelan masih sangat prospektif di Indonesia, meskipun kerap kali diterpa isu kelebihan pasokan.

Perseroan banyak mengincar kota-kota sekunder atau kota-kota di Indonesia timur sebagai lokasi hotel. Dengan strategi yang tepat, menurutnya perseroan masih mampu mengelola hotel dengan menguntungkan.

Dafam memiliki visi untuk menjadi perusahaan operator hotel dengan jumlah hotel terbanyak di Indonesia. Oleh karena itu, perseroan akan melakukan banyak langkah strategis untuk meningkatkan jumlah portofolio hotel perseroan.

“Targetnya 100 hotel 5 tahun ke depan di bawah Dafam Hotel Management. Kita bisa dengan merger dan akuisisi, tidak harus 100% sahamnya. Dari target 100 hotel itu, kita bisa ambil share minoritas, mayoritas, atau 100%,” katanya usai seremoni pencatatan perdana saham perseroan dengan kode DFAM di Bursa Efek Indonesia, Jumat (27/4/2018).

Saat ini, Dafam memiliki 4 brand hotel, yakni Dafam Express untuk segmen budjet, Meotel By Dafam untuk segmen ekonomi, Dafam untuk segmen menengah bintang tiga, Grand Dafam untuksegmen atas bintang 4.

Adapun, di sisa tahun ini DFAM fokus pada penambahan 6 hotel baru. Selain itu, ada beberapa unit lainnya yang saat ini sedang dalam tahap pertemuan akhir untuk mencapai kesepakatan kerjasama.

Perseroan juga berencana mengakuisisi 3 hotel di Jawa Tengah dengan nilai sekitar Rp100 miliar hingga Rp120 miliar. Perseroan ingin menerbitkan medium term notes (MTN) untuk tujuan itu.

Selain itu, perseroan juga tengah berbicara dengan sejumlah mitra dari Mekkah-Arab Saudi, Jepang, China dan Amerika Serikat.

Dengan mitra dari Mekkah, perseroan sudah menandatangani nota kesepahaman untuk pengoperasikan 6 hingga 7 hotel milik mitra di sana dengan total kamar 6.000 unit. Andhy mengatakan, ini sebagai langkah awal untuk nantinya perseroan akan membuka hotel sendiri di sana.

Menurutnya, Dafam memiliki pengalaman yang cukup mumpuni di bidang pengelolaan hotel syariah yang belum dimiliki oleh kebanyakan operator hotel internasional. Hal tersebut menjadi kekuatan utama perseroan untuk meningkatkan daya tawar, selain bahwa perseroan memiliki koneksi yang kuat di Indonesia untuk menangkap pasar wisatawan rohani asal Indonesia ke Mekkah.

Sementara itu, dengan mitra Jepang saat ini masih terkendala negosiasi tentang porsi saham. Dafam bersih keras meminta porsi mayoritas, sebab kedua pihak akan membangun hotel di Indonesia, sementara Dafam lebih paham pasar lokal.

Sedangkan dengan mitra China dan Amerika Serikat saat ini masih dalam tahap pembicaraan awal.

Tag : dafam hotel
Editor : Mia Chitra Dinisari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top