Pelemahan Rupiah, Pasar Modal Diyakini Tidak Akan Tertekan

Pasar modal diyakini tidak akan terpengaruh terhadap pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) yang terjadi dalam beberpaa hari terakhir.
Tegar Arief | 24 April 2018 21:35 WIB

Bisnis.com, JAKARTA - Pasar modal diyakini tidak akan terpengaruh terhadap pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) yang terjadi dalam beberpaa hari terakhir.

Direktur Penilaian Perusahaan PT Bursa Efek Indonesia (BEI) Samsul Hidayat meyakini, aksi profit taking oleh investor asing akibat pelemahan rupiah ini masih bisa ditahan. Menurutnya, ada dua faktor yang menjadi penyebab.

Pertama, kondisi emiten yang melantai di bursa cukup baik. Dari total perusahaan terbuka, 70% diantaranya berhasil mencatatkan kinerja tahunan yang cukup memuaskan sehingga mampu menjaga stabilitas harga saham.

"Tentunya ada strategi dari investor asing apakah keluar atau bertahan di pasar modal kita karena mayoritas kinerja emiten performanya bagus," kata Samsul di Gedung BEI, Selasa (24/4/2018).

Kedua, faktor investor domestik. Komposisi investor lokal yang lebih besar dari asing mampu menahan laju penurunan indeks harga saham gabungan (IHSG) akibat aksi net sell oleh asing.

"Kalau ada aksi itu sama seperti kondisi yang ada belakangan ini, di mana asing sebagian sudah net sell dan kekuatan investor lokal bisa meredam.

Menurutnya, pelemahan nilai tukar ini tidak hanya terjadi di Indonesia, melainkan merata di banyak negara. Penyebabnya adalah kebijakan kenaikan suku bunga di AS sehingga berdampak pada ekonomi global.

Samsul meyakini, operasi pasar yang dilakukan Bank Indonesia berdampak positif sehingga pelemahan nilai tukar ini tidak berlarut.

"Selama 3 tahun rupiah berada di Rp13.000an. Pada saat rebalancing nanti saat itulah investor akan mengkalkulasi kebijakan investasi mereka."

Tag : bei
Editor : Ana Noviani

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top