Jelang Akhir Pekan, IHSG Ditutup Melemah 0,29%

IHSG ditutup melemah 0,29% atau 18,21 poin ke level 6.337,69, setelah dibuka hanya menguat 0,09 poin ke level 6.355,99.
Aprianto Cahyo Nugroho | 20 April 2018 17:21 WIB
Karyawan dan pelaku usaha berada di dekat monitor pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Jumat (16/3/2018). - ANTARA/Sigid Kurniawan

Bisnis.com, JAKARTA— Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah pada akhir perdagangan hari terakhir pekan ini, Jumat (20/4/2018).

IHSG ditutup melemah 0,29% atau 18,21 poin ke level 6.337,69, setelah dibuka hanya menguat 0,09 poin ke level 6.355,99.

Pada perdagangan Kamis (19/4), IHSG ditutup menguat 0,57% atau 35,90 poin ke level 6.355,90. Sepanjang perdagangan hari ini, IHSG bergerak pada kisaran level 6.314,2 – 6.360,99.

Dari 575 saham yang diperdagangkan hari ini, sebanyak 159 saham menguat, 188 saham melemah, dan 228 saham stagnan.

Berdasarkan data Bloomberg, enam dari sembilan indeks sektoral IHSG berakhir di, zona merah, dipimpin sektor aneka industri yang turun 1,36% dan disusul sektor konsumer yang melemah 1,27%.

Adapun tiga lainya menguat dan menahan pelemahan IHSG lebih lanjut, dipimpin oleh sektor perdagangan yang menguat 0,61%.

Sejalan dengan IHSG, indeks Bisnis-27 ditutup melemah 0,27% atau 1,50 poin ke level 559,79, setelah dibuka di zona merah dengan pelemahan 0,02% atau 0,1 poin ke level 561,19.

Indeks saham lainnya di Asia Tenggara terpantau bervariasi sore ini dengan indeks FTSE Malay KLCI yang melemah 0,39%, indeks Straits Time Singapura turun 0,7%, sedangkan indeks SE Thailand naik 0,42% dan indeks PSEi Filipina menguat 0,58%.

Pergerakan indeks di Asia juga cenderung melemah. Di Jepang, indeks Topix naik 0,05% sementara indeks Nikkei 225 melemah 0,13%. Adapun, indeks Kospi Korea Selatan turun 0,39% dan indeks Hang Seng Hong Kong melemah 0,94%.

Dilansir Bloomberg, bursa Asia melemah akibat terbebani pelemahan saham teknologi. Saham teknologi mengalami penurunan performa terbesar di kawasan itu menyusul proyeksi mengecewakan oleh Taiwan Semiconductor Manufacturing Co. Ini membangkitkan kembali kekhawatiran atas memudarnya pasar handset.

Isu perdagangan, di sisi lain, tetap menjadi fokus pasar setelah Departemen Keuangan Amerika Serikat (AS) dikabarkan mempertimbangkan menggunakan undang-undang darurat untuk membatasi investasi China dalam teknologi.

 

Saham-saham penekan IHSG:

 Kode

(%)

HMSP

-3,13

UNVR

-1,87

ASII

-1,62

TLKM

-1,06

Saham-saham pendorong IHSG:

Kode

(%)

BBRI

+0,83

PGAS

+5,94

BBCA

+0,43

UNTR

+1,73

Sumber: Bloomberg

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
IHSG, Indeks BEI

Editor : Rustam Agus

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top