Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

KINERJA 2017: Laba Hartadinata Abadi (HRTA) Memudar

Emiten produksi dan peritel perhiasan emas PT Hartadinata Abadi Tbk. membukukan laba tahun berjalan senilai Rp110,3 miliar, tergerus 35,71% dari posisi Rp171,57 milliar pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Direktur Utama PT Hartadinata Abadi Tbk Sandra Sunanto (ketiga kiri) bersama Sekretaris Perusahaan M  Ath Thotiq (kedua kiri), didampingi Wakil Pemimpin Redaksi Bisnis Indonesia Chamdan Purwoko (kedua kanan), berkunjung ke kantor redaksi Bisnis Indonesia, di Jakarta, Rabu (21/2/2018)./JIBI-Endang Muchtar
Direktur Utama PT Hartadinata Abadi Tbk Sandra Sunanto (ketiga kiri) bersama Sekretaris Perusahaan M Ath Thotiq (kedua kiri), didampingi Wakil Pemimpin Redaksi Bisnis Indonesia Chamdan Purwoko (kedua kanan), berkunjung ke kantor redaksi Bisnis Indonesia, di Jakarta, Rabu (21/2/2018)./JIBI-Endang Muchtar

Bisnis.com, JAKARTA - Emiten produksi dan peritel perhiasan emas PT Hartadinata Abadi Tbk. membukukan laba tahun berjalan senilai Rp110,3 miliar, tergerus 35,71% dari posisi Rp171,57 milliar pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Penurunan laba emiten bersandi saham HRTA karena meningkatkan beban pajak penghasilan bersih senilai hingga Rp36,88 miliar. Sementara itu, penjualan bersih perusahaan mencatatkan peningkatan hingga dua digit.

Dalam laporan keuangan yang dikutp, Senin (2/4/2018), nilai penjualan bersih HRTA mencapai Rp2,48 triliun per 2017, tumbuh 13,24% dari posisi Rp2,19 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya. Bila dikurangi dengan beban pokok penjualan, laba kotor HRTA per 2017 senilai Rp225,57 miliar, tumbuh 9,24% dari posisi Rp205,96 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Hingga 2017, nilai persediaan HRTA mencapai Rp558,69 miliar, naik 58% year-on-year dari posisi Rp353,32 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya. Persediaan HRTA paling banyak berada dalam barang jadi senilai Rp338,1 miliar.

Sementara itu, persediaan dalam bentuk bahan baku senilai Rp186,9 miliar, lalu disusul barang dalam proses dan bahan pembantu masing-masing senilai Rp4,12 miliar dan barang dalam proses Rp29,56 miliar.

Lebih rinci, komposisi penjualan perhiasan dan logam mulia HRTA dari grosir senilai Rp2,27 triliun dan toko senilai Rp206,71 miliar. Sementara itu, imbalan yang diperoleh dari waralaba senilai Rp421,03 juta.

Strategi jangka panjang, HRTA akan memperbesar pendapatan dari wholesale. Sekretaris Perusahaan Hartadinata Abadi M. Ath Thoriq sebelumnya, mengatakan, dengan pembukaan 50 gerai baru pada semester I/2018, penjualan secara wholesale akan meningkat. Untuk satu gerai baru, katanya, bisa menjual sebanyak 600 gram selama sebulan.

Menurutnya, dalam jangka panjang, atau sekitar 3 tahun, penjualan HRTA akan bergeser menjadi wholesale. HRTA berencana untuk menambah sebanyak 200 gerai baru hingga 2019. Pada tahun ini, HRTA optimis bisa menambah 100 gerai baru.

Dia mengatakan, sebelum perusahaan melantai di pasar modal, jumlah toko yang dimiliki hanya 7 toko saja. Namun, setelah masuk ke pasar modal, jumlah gerai yang dimiliki saat ini mencapai 19 gerai penjualan emas.

Selain itu, pada pertengahan tahun, penjualan HRTA berpotensi meningkat mengingat adanya Lebaran. Menurutnya, penjualan bakal lebih tinggi dibandingkan dengan bulan sebelumnya.

Tak hanya itu, untuk mengerek penjualan perhiasan emas, HRTA juga tengah bekerja sama dengan PT Matahari Department Store Tbk. (LPPF) untuk konsinyasi. Dalam waktu dekat, perseroan akan membuka gerai di Makassar, Bali dan Surabaya.

HRTA merupakan emiten yang melantai pada Juni 2017. Pada penutupan perdagangan Kamis (29/3/2018), kinerja saham HRTA tumbuh 0,72% atau naik 2 poin menuju level Rp280 per saham. Untuk sepanjang tahun berjalan, kinerja saham HRTA tergerus 6,04%.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Editor : Riendy Astria
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper