Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Rancang RDPT: WSKT & JSMR Incar Rp8 Triliun

Rencana divestasi enam ruas tol Trans Jawa milik PT Waskita Karya (Persero) Tbk. dan PT Jasa Marga (Persero) Tbk. melalui skema reksa dana penyertaan terbatas diharapkan mampu menghimpun dana hingga total Rp8 triliun.
M. Nurhadi Pratomo
M. Nurhadi Pratomo - Bisnis.com 27 Maret 2018  |  10:51 WIB
Pengendara melintas di jalan tol ruas Kertosono-Ngawi di Kabupaten Madiun, Jawa Timur, Senin (26/3/2018). - ANTARA/Siswowidodo
Pengendara melintas di jalan tol ruas Kertosono-Ngawi di Kabupaten Madiun, Jawa Timur, Senin (26/3/2018). - ANTARA/Siswowidodo

Bisnis.com, JAKARTA— Rencana divestasi enam ruas tol Trans Jawa milik PT Waskita Karya (Persero) Tbk. dan PT Jasa Marga (Persero) Tbk. melalui skema reksa dana penyertaan terbatas diharapkan mampu menghimpun dana hingga total Rp8 triliun.


Deputi Bidang Usaha Konstruksi dan Sarana dan Prasarana Perhubungan (KSPP) Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Ahmad Bambang mengungkapkan reksa dana penyertaan terbatas (RDPT) Waskita Karya sudah mendapat surat efektif dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Rencananya, anak usaha Waskita Karya akan mendivestasikan tiga ruas tol yang dimilikinya yakni Kanci-Pejagan, Pejagan-Pemalang, dan Pasuruan-Probolinggo.

"Investor yang berminat Taspen, Jamkrindo, Jasa Raharja, Asabri, Dana Pensiun dan beberapa perusahaan lain. Targetnya bisa peroleh dana kurang lebih Rp5 triliun,” ujarnya lewat siaran pers, Selasa (27/3).

Di sisi lain, Bambang menyebut RDPT milik Jasa Marga masih berproses di OJK. Tiga ruas yang ditawarkan perseroan yakni Batang-Semarang, Solo-Ngawi, dan Ngawi-Kertosono.

"Untuk Jasa Marga, hanya 20% kepemilikan yang ditawarkan dengan target perolehan dana sebesar Rp3 triliun," jelasnya.

Dia menjelaskan bahwa langkah yang ditempuh perseroan untuk memperkuat keuangan. Pendanaan lewat skema RDPT menurutnya tepat mengingat kedua perseroan banyak berinvestasi pada proyek infrastruktur berskala besar.

Melalui RDPT, sambungnya, covenant dan profit Waskita Karya serta Jasa Marga akan terjaga dengan baik. Opsi tersebut menjadi alternatif dibandingkan dengan pinjaman perbankan yang dapat memberikan tekanan kepada perseroan akibat bunga yang harus dibayarkan meski tol belum beroperasi.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bumn
Editor : Ana Noviani
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top