KINERJA 2017: Laba Wilmar Cahaya Indonesia (CEKA) Turun 56%

Emiten barang-barang konsumsi, PT Wilmar Cahaya Indonesia Tbk. membukukan laba tahun berjalan senilai Rp107,42 miliar pada 2017, atau turun 56% secara tahunan.
Novita Sari Simamora | 21 Maret 2018 20:30 WIB

Bisnis.com, JAKARTA - Emiten barang-barang konsumsi, PT Wilmar Cahaya Indonesia Tbk. membukukan laba tahun berjalan senilai Rp107,42 miliar pada 2017, atau turun 56% secara tahunan.

Padahal, nilai penjualan bersih Wilmar Cahaya Indonesia per 2017 senilai Rp4,25 triliun, tumbuh 3,4% dari posisi Rp4,11 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Sementara itu, beban pokok penjualan per 2017 senilai Rp3,97 triliun, naik 7,88% dari posisi RP3,68 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya. Kenaikan beban pokok penjualan yang tinggi membuat laba kotor perseroan tergerus.

Sepanjang 2017, laba kotor emiten bersandi saham CEKA senilai Rp284,27 miliar, turun 34,64% bila dibandingkan dengan akhir 2016 senilai Rp434,93 miliar.

Lebih detail penjualan domestik per 2016 senilai Rp4,09 triliun, tumbuh 3,8% secara tahunan dari posisi Rp3,94 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya. Sementara itu, penjualan ekspor CEKA cenderung meenurun.

Per 2017, nilai penjualan ekspor menjadi Rp166,85 miliar, turun 4,23% dari posisi Rp174,22 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Di sisi lain, nilai aset yang dimiliki emiten bersandi saham CEKA per 2017 senilai Rp1,39 triliun, turun 2,11% dari posisi Rp1,42 triliun dibandingkan dengan 2016. Komposisi aset CEKA terdiri dari liabilitas senilai Rp489,59 miliar dan ekuitas senilai Rp903,04 miliar.

Sebagai informasi, nilai pinjaman bank jangka pendek yang dimiliki oleh Wilmar Cahaya Indonesia per 2017 senilai RP256,95 miliar. Sementara itu, nilai kas dan bank yang dimliki oleh CEKA per 2017 hanya Rp12,81 miliar.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
wilmar cahaya indonesia

Editor : Riendy Astria

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top