Adaro (ADRO) Kantongi Pendapatan Rp44 Triliun

Emiten pertambangan PT Adaro Energy Tbk., (ADRO) memeroleh pendapatan senilai US$3,26 miliar pada 2017, naik 29,36% dari pencapaian tahun sebelumnya sebesar US$2,52 miliar.
Hafiyyan | 06 Maret 2018 21:36 WIB
Logo PT Adaro Energy, Tbk. - Reuters/Beawiharta

Bisnis.com, JAKARTA—Emiten pertambangan PT Adaro Energy Tbk., (ADRO) memperoleh pendapatan senilai US$3,26 miliar pada 2017, naik 29,36% dari pencapaian tahun sebelumnya sebesar US$2,52 miliar.

Pada 2017 perusahaan memeroleh pendapatan senilai US$3,26 miliar pada 2017, atau sekitar Rp44,05 triliun. Perhitungan nilai tukar ialah Rp13.513,35 per US$1. Pendapatan meningkat 29,36% year on year (yoy) dari 2016 sebesar US$2,52 miliar.

Sementara itu, laba bersih perusahaan melonjak 44,43% yoy menjadi US$483,29 juta dari sebelumnya US$334,62 juta. Pencapaian laba tahun berjalan yang dapat distribusikan kepada pemilik entitas induk itu setara dengan Rp6,53 triliun.

Kendati membukukan pertumbuhan kinerja yang apik pada 2017, pencapaian pendapatan dan laba bersih ADRO masih berada di bawah estimasi konsensus. Konsensus analis memprediksi pendapatan perusahaan pada tahun lalu senilai US$3,28 miliar dan laba bersih US$503,50 juta.

Presiden Direktur & Chief Executive Officer Adaro Energy Garibaldi Thohir mengatakan, walaupun menghadapi cuaca buruk sepanjang 2017, perusahaan berhasil mempertahankan posisi keuangan yang sehat.

Pendapatan usaha pada 2017 ditopang pemasukan dari pertambangan dan perdagangan batu bara senilai US$3,04 miliar, naik 30% yoy. Adapun, pendapatan dari jasa pertambangan mencapai US$151 juta, dan lainnya US$66 juta.

“Tahun 2017 merupakan tahun yang baik untuk Adaro Energy seiring perusahaan merayakan 25 tahun operasinya dengan pencapaian kinerja yang solid,” tuturnya dalam siaran pers, Selasa (6/3/2018).

EBITDA operasional perusahaan meningkat 47% yoy menjadi US$1,31 miliar dari sebelumnya US$893 juta. Penyaluran belanja modal 2017 melonjak 186% yoy menuju US$229 juta dari 2016 sebesar US$80 juta.

Liabilitas perseroan pada 2017 menurun menjadi US$2,72 miliar dari sebelumnya US$2,73 miliar. Namun, liabilitas jangka pendek bertambah menjadi US$773,30 juta dari sebelumnya US$644,55 juta.

Ekuitas ADRO meningkat menjadi US$4,09 miliar dari sebelumnya US$3,78 miliar. Aset perseroan pun meningkat pada 2017 menuju US$6,81 miliar dari 2016 sebesar US$6,52 miliar.

Pada tahun lalu, sambung Garibaldi, Adaro Energy membayar royalti sebesar US$346 juta dan US$428 juta kepada negara dalam bentuk pajak.

Tag : adaro
Editor : Pamuji Tri Nastiti

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top