Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Tertekan Emiten Baja dan Aluminium, Bursa China Melemah

Pergerakan bursa saham China berakhir di zona merah pada perdagangan hari ini, Jumat (2/3/2018), terbebani pelemahan kinerja produsen baja dan aluminium.
Renat Sofie Andriani
Renat Sofie Andriani - Bisnis.com 02 Maret 2018  |  16:40 WIB
Tertekan Emiten Baja dan Aluminium, Bursa China Melemah
Bursa China SHCI - Reuters
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA – Pergerakan bursa saham China berakhir di zona merah pada perdagangan hari ini, Jumat (2/3/2018), terbebani pelemahan kinerja produsen baja dan aluminium.

Pada Kamis (1/3) waktu setempat, Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengumumkan rencana pengenaan tarif untuk impor baja dan aluminium. Hal ini memicu kekhawatiran pasar seputar potensi perang dagang.

Selain itu, investor berhati-hati menjelang pertemuan Kongres Rakyat Nasional (NPC) pekan depan di Beijing, dan masih dicemaskan dengan risiko langkah penaikan suku bunga AS yang lebih cepat.

Indeks CSI 300 di Shenzhen yang berisi saham-saham bluechip hari ini berakhir turun 0,81% atau 32,63 poin di level 4.016,46, setelah dibuka dengan pelemahan 0,84% di posisi 4.014,95.

Adapun indeks Shanghai Composite hari ini ditutup turun 0,59% atau 19,23 poin di level 3.254,53, setelah dibuka dengan pelemahan 0,77% atau 25,31 poin di posisi 3.248,45.

Sepanjang pekan ini, indeks CSI 300 turun 1,3% dan indeks Shanghai Composite turun1%.

Sementara itu, saham produsen baja Baoshan Iron & Steel turun 3,9%, sedangkan saham Aluminum Corp. of China turun 2%.

Dilansir Reuters, meskipun China mengekspor relatif sedikit baja ke Amerika Serikat, namun negeri yang dipimpin Presiden Xi Jinping ini memiliki sejumlah isu lainnya dengan pemerintahan Trump, mulai dari kertas timah hingga hak kekayaan intelektual.

Di sisi lain, investor China telah memposisikan diri menjelang pertemuan NPC pekan depan, dimana target ekonomi dan sasaran kebijakan utama akan diumumkan.

Oxford Economics memperkirakan pemerintah Beijing akan mengumumkan pengetatan lebih lanjut sehubungan dengan kebijakan finansial dan peraturan untuk tahun 2018.

Sejalan dengan bursa China, pergerakan indeks Hang Seng di Hong Kong berakhir melemah sekitar 1,5% di posisi 30.583,45. Saham produsen baja Angang Steel turun lebih dari 2%, Maanshan Iron melemah hampir 5%, dan Aluminum Corp. of China turun 2,6%.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bursa china Donald Trump
Editor : Sutarno
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini

back to top To top