BNP Paribas Investment Relaunching Reksa Dana Campuran

PT BNP Paribas Investment Partners melakukan peluncuran kembali atau relaunching reksa dana campuran BNP Paribas Equitra. Keputusan perseroan untuk menghadirkan ulang produk ini dikarenakan besarnya permintaan pasar.
Tegar Arief | 28 Februari 2018 17:06 WIB
Presiden Director BNP Paribas Investment Partners Vivian Secakusuma (kedua kanan) bersama Head Equity Aliyahdin Saugi (dari kiri), Director & Head of Fixed Income Wiman Kastami, Director & Head of Marketing Maya Kamdani saat membuka perdagangan saham dalam rangka 25 Tahun PT BNPP IP, di Jakarta, Senin (14/8). - JIBI/Abdullah Azzam

Bisnis.com, JAKARTA - PT BNP Paribas Investment Partners melakukan peluncuran kembali atau relaunching reksa dana campuran BNP Paribas Equitra. Keputusan perseroan untuk menghadirkan ulang produk ini dikarenakan besarnya permintaan pasar.

Reksa dana jenis ini sebenarnya telah diluncurkan oleh perseroan pada 2005 silam. Namun pada 1 Desember 2017, perusahaan tersebut melakukan perubahan strategi dalam pengelolaan dana investasi.

Dengan reksa dana ini, investor tidak perlu memikirkan alokasi aset, karena manajer investasi akan melakukan alokasi aset yang aktif pada saham, obligasi, atau instrumen pasar uang, guna menghadapi gejlak pasar baik di dalam maupun luar negeri.

"Untuk memberikan hasil yang stabil, eksposur produk ini di efek saham akan dibatasi untuk mengurangi fluktuasi akibat pergerakan pasar saham," kata Presiden Direktur PT BNP Paribas Investment Partners Vivian Secakusuma saat peluncuran produk tersebut di Jakarta, Rabu (28/2/2018).

Keuntungan lain dari produk ini adalah tidak adanya batasan minimum pembelian sehingga sesuai bagi investor pemula. Ini berbeda dengan produk pendahulunya yang hanya fokus pada aspek risiko.

Melihat kondisi pasar yang terus berubah, kata dia, investor kini menginginkan produk yang dapat memberikan imbal hasil atau return yang lebih stabil. "Kami juga membagikan imbal hasil secara tunai setiap bulannua kepada investor," sambungnya.

Menurutnya, produk ini merupakan sarana investasi mikro yang tidak memiliki jumlah minimal pembelian dan memiliki proful risiko konservatif hingga moderat dengan horison investasi jangka pendek hingga menengah.

Tag : reksa dana
Editor : Ana Noviani

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top