Paket Kebijakan Ekonomi Angkat IHSG Rebound Hari Ini

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil mempertahankan reboundnya dan ditutup menguat pada akhir perdagangan hari ini, Selasa (27/2/2018), ditopang sejumlah sentimen positif.
Renat Sofie Andriani | 27 Februari 2018 17:05 WIB
Karyawan beraktivitas di dekat papan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Senin (8/1). - JIBI/Felix Jody Kinarwan

Bisnis.com, JAKARTA— Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil mempertahankan reboundnya dan ditutup menguat pada akhir perdagangan hari ini, Selasa (27/2/2018), ditopang sejumlah sentimen positif.

IHSG ditutup menguat 0,68% atau 44,25 poin di level 6.598,93, setelah mampu rebound saat dibuka dengan kenaikan 0,29% atau 19,02 poin di level 6.573,70. Adapun pada perdagangan Senin (26/2), IHSG berakhir melemah 0,98% atau 65,13 poin di level 6.554,67.

Sepanjang perdagangan hari ini, IHSG bergerak pada kisaran level 6.562,84 – 6.598,93.

Dari 572 saham yang diperdagangkan hari ini, sebanyak 174 saham menguat, 185 saham melemah, dan 213 saham stagnan.

Berdasarkan data Bloomberg, enam dari sembilan indeks sektoral IHSG berakhir di zona hijau, dipimpin sektor industri dasar (+1,57%) dan konsumer (+1,30%). Adapun sektor pertanian yang turun 1,23% memimpin pelemahan tiga sektor.

PT Valbury Sekuritas Indonesia menjelaskan, salah satu sentimen penguat IHSG hari ini adalah rencana pemerintah untuk menerbitkan Paket Kebijakan Ekonomi XVI terkait ekspor impor.

Sentimen lain adalah kunjungan Managing Director International Monetary Fund (IMF) Christine Lagarde serta penyesuaian harga BBM non subsidi jenis Pertamax, Pertamina Dex, dan Dexlite yang memiliki andil cukup signifikan terhadap inflasi pada Februari.

Sementara itu, Bank Indonesia (BI) melakukan Survei Pemantauan Harga hingga pekan ketiga Februari 2018, di mana diperkirakan inflasi Februari 2018 sebesar 0,19% month-to-month (mtm) atau 3,2% secara year-on-year (yoy).

Selain katalis di atas, sentimen laporan laba perusahaan yang banyak dirilis pekan ini turut menjadi faktor pendorong. Adapun dari pasar global, pasar mendapat dukungan penguatan pasar saham AS pada Senin (26/2) serta apresiasi bursa Asia hari ini.

Sejalan dengan IHSG, indeks Bisnis-27 berakhir menguat 1,16% atau 6,86 poin di level 596,11, setelah membukukan rebound saat dibuka dengan kenaikan 0,50% atau 2,94 poin di posisi 592,18.

Sementara itu, mayoritas indeks saham lainnya di Asia Tenggara terpantau menguat dengan indeks SE Thailand (+0,08%), indeks PSEi Filipina (+1,09%), dan indeks FTSE Malay KLCI (+0,61%). Adapun indeks FTSE Straits Time Singapura melemah 0,43%.

Di kawasan Asia lainnya, reli indeks Topix dan Nikkei 225 Jepang berlanjut pada akhir perdagangan hari ketiga berturut-turut, mengekor reli bursa saham Amerika Serikat (AS).

Adapun indeks Kospi Korea Selatan berakhir turun tipis 0,06%, indeks Shanghai Composite melorot 1,13%, indeks CSI 300 merosot 1,44%, sedangkan indeks Hang Seng Hong Kong berakhir melemah 0,73%.

Secara keseluruhan, bursa Asia mampu menguat untuk hari ketiga meski dengan penguatan yang kecil di sebagian besar sektor. Bursa Asia mendapatkan dukungan dari penguatan bursa AS ke level tertingginya dalam tiga pekan saat pasar obligasi AS terlihat stabil.

Indeks MSCI Asia Pacific naik 0,2% ke posisi 179,65 pada pukul 4.30 sore waktu Hong Kong, bersiap menuju level penutupan tertingginya sejak 2 Februari.

 

Saham-saham pendorong IHSG:

Kode

(%)

HMSP

+3,71

INTP

+9,25

BMRI

+1,51

ASII

+1,23

Saham-saham penekan IHSG:

 Kode

(%)

LPPF

-5,79

TOWR

-4,01

PTBA

-4,01

MKPI

-4,46

Sumber: Bloomberg

Tag : IHSG
Editor : Fajar Sidik

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top