Dolar AS Resah Jelang Testimoni Powell, Rupiah Bertahan Menguat

Nilai tukar rupiah melanjutkan penguatannya pada akhir perdagangan pertama pekan ini, Senin (26/2/2018), sejalan dengan apresiasi mayoritas mata uang Asia terhadap dolar AS.
Renat Sofie Andriani | 26 Februari 2018 18:08 WIB
Uang dolar AS. - JIBI/Abdullah Azzam

Bisnis.com, JAKARTA — Nilai tukar rupiah melanjutkan penguatannya pada akhir perdagangan pertama pekan ini, Senin (26/2/2018), sejalan dengan apresiasi mayoritas mata uang Asia terhadap dolar AS.

Rupiah ditutup menguat 0,06% atau 8 poin di Rp13.660 per dolar AS, setelah dibuka dengan apresiasi 7 poin atau 0,05% di posisi 13.661. Pada perdagangan Jumat (23/2) rupiah berhasil membukukan rebound dengan penguatan 0,12% atau 17 poin di posisi 13.668.

Berdasarkan data Bloomberg, sepanjang perdagangan hari ini rupiah bergerak di kisaran Rp13.644 – Rp13.664 per dolar AS.

Bersama rupiah, mayoritas mata uang lainnya di Asia terpantau menguat, dipimpin won Korea Selatan sebesar 0,51% dan renminbi China yang terapresiasi 0,48%. Di sisi lain, peso Filipina terpantau melemah 0,17%.

Mata uang emerging market di Asia menguat saat bursa regional mengekor penguatan bursa saham AS pada perdagangan Jumat (23/2) dan imbal hasil obligasi yang lebih rendah mendukung permintaan untuk aset-aset negara berkembang.

“Mata uang Asia nampaknya hari ini ditopang kombinasi penurunan imbal hasil obligasi AS serta ekuitas yang lebih tinggi,” kata Dushyant Padmanabhan, pakar strategi mata uang di Nomura Holdings Inc., seperti dikutip Bloomberg.

Sementara itu, indeks dolar AS yang mengukur kekuatan kurs dolar AS terhadap sejumlah mata uang utama hari ini terpantau melemah 0,34% atau 0,309 poin ke level 89,574 pada pukul 16.39 WIB.

Sebelumnya indeks dolar dibuka dengan kenaikan 0,079 poin atau 0,09% di level 89,962, setelah pada perdagangan Jumat (23/2) berakhir menguat 0,16% di posisi 89,883.

Dolar AS melesu pada awal pekan ini menjelang penyampaian testimoni pertama oleh Gubernur baru The Federal Reserve Jerome Powell di depan Kongres AS.

Dalam risetnya, Monex Investindo Futures memaparkan pergerakan dolar AS cenderung melemah di tengah penantian investor atas testimoni Powell demi mendapatkan informasi lebih lanjut mengenai arah laju kenaikan suku bunga AS.

“Pandangan bahwa aksi jual dolar telah berlebihan, dan risalah pertemuan Fed bulan Januari yang menawarkan nada relatif optimistis telah membantu memberi dolar kekuatan pekan lalu. Fokus pekan ini adalah pernyataan Jerome Powell di Kongres mengenai kebijakan moneter dan ekonomi,” jelasnya, seperti dilansir Bisnis.com.

 

 

Tag : dolar as
Editor : Martin Sihombing

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top