Tujuh Sektor Topang IHSG Pertahankan Rebound di Akhir Sesi I

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mempertahankan reboundnya pada akhir sesi I perdagangan hari ini, Jumat (23/2/2018), seiring dengan penguatan tujuh sektor.
Renat Sofie Andriani | 23 Februari 2018 13:15 WIB
Karyawan beraktivitas di dekat layar Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG), di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Selasa (21/11). - JIBI/Felix Jody Kinarwan

Bisnis.com, JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mempertahankan reboundnya pada akhir sesi I perdagangan hari ini, Jumat (23/2/2018), seiring dengan penguatan tujuh sektor.

IHSG menguat 0,65% atau 43,14 poin ke level 6.636,20 di akhir sesi I, setelah dibuka di zona hijau dengan kenaikan 0,23% atau 15,95 poin di posisi 6.608,53. Adapun pada perdagangan Kamis (22/2), IHSG berakhir melemah 0,76% di level 6.593,06.

Sepanjang perdagangan hari ini IHSG bergerak pada kisaran 6.608,53 - 6.659,26. Sebanyak 204 saham menguat, 113 saham melemah, dan 255 saham stagnan dari 572 saham yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia.

Tujuh dari sembilan indeks sektoral IHSG bergerak positif dengan support utama sektor aneka industri (+1,41%) dan konsumer (+1,20%). Adapun saham properti dan pertanian masing-masing turun 0,19% dan 0,02%.

Bersama IHSG, mayoritas indeks saham lainnya di Asia Tenggara juga menguat siang ini, dengan indeks FTSE Straits Time Singapura (+1,08%), indeks SE Thailand (+0,44%), dan indeks FTSE Malay KLCI (+0,15%). Adapun indeks PSEi Filipina turun 0,17%.

Bursa Asia tampaknya akan menutup pekan ini dengan catatan positif pada saat investor terus memperdebatkan prospek normalisasi kebijakan bank sentral dan dampak imbal hasil obligasi yang lebih tinggi.

Dilansir Bloomberg, indeks MSCI Asia Pacific naik bersama dengan indeks saham di Tokyo, Hong Kong, Sydney, dan Seoul. Bursa Asia mendapatkan dukungan dari indeks S&P 500 yang berakhir di zona hijau pada perdagangan Kamis (22/2).

Indeks Dow Jones dan S&P 500 ditutup menguat pada perdagangan Kamis (22/2/2018), didukung oleh kenaikan saham industri dan energi karena imbal hasil obligasi AS melemah, sementara Nasdaq melemah di hari ketiga berturut-turut.

Kedua indeks menguat karena kekhawatiran tentang kenaikan suku bunga yang lebih cepat oleh Federal Reserve AS diimbangi komentar Presiden The Fed wilayah St. Louis, James Bullard, yang menyatakan kekhawatiran ‘kenaikan’ dapat membatasi kebijakan The Fed.

 

 

Tag : IHSG
Editor : Mia Chitra Dinisari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top