Lepas Libur Imlek, IHSG Cetak Rekor Tertinggi Sepanjang Masa

IHSG ditutup menguat 1,48% atau 97,70 poin ke level 6.689,29, setelah dibuka di zona hijau dengan penguatan 0,29% atau 19,15 poin di level 6.610,73.
Aprianto Cahyo Nugroho | 19 Februari 2018 16:36 WIB
Karyawan melintas di dekat monitor pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Senin (12/2/2018). - JIBI/Nurul Hidayat

Bisnis.com, JAKARTA—Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup rebound pada perdagangan pertama setelah libur Tahun Baru China, Senin (19/2/2018), sekaligus menyentuh rekor tertinggi sepanjang masa.

IHSG ditutup menguat 1,48% atau 97,70 poin ke level 6.689,29, setelah dibuka di zona hijau dengan penguatan 0,29% atau 19,15 poin di level 6.610,73.

Pada perdagangan Kamis (15/2), IHSG berakhir melemah tipis 0,04% atau 2,82 poin ke level 6.591,58. Adapun sepanjang perdagangan hari ini, IHSG bergerak pada kisaran level 6.607,90 – 6.689,29.

Dari 572 saham yang diperdagangkan hari ini, sebanyak 263 saham menguat, 111 saham melemah, dan 198 saham stagnan.

Berdasarkan data Bloomberg, seluruh sembilan indeks sektoral IHSG berakhir di zona hijau, dipimpin sektor industri dasar dengan penguatan 2,99%, disusul sektor properti yang menguat 2,50%.

Sejalan dengan IHSG, indeks Bisnis-27 ditutup rebound dengan penguatan 1,79% atau 10,70 poin ke level 607,89, setelah dibuka menguat 0,51% di posisi 600,23.

Sementara itu, indeks saham lainnya di Asia Tenggara terpantau menguat dengan indeks FTSE Malay KLCI (+1,04%), indeks FTSE Straits Time Singapura (+1,38%), indeks SE Thailand (+0,27%), dan indeks PSEi Filipina (+1,14%).

Di kawasan Asia lainnya, Indeks Topix dan Nikkei 225 Jepang ditutup menguat masing-masing 1,97% dan 2,17%, ditopang data ekonomi yang kuat. Adapun indeks Kospi ditutup menguat 0,87%.

Secara keseluruhan, bursa Asia berhasil menguat dan berada pada jalur reli penguatan terpanjang dalam satu bulan terakhir setelah bursa saham AS menutup pekan kemarin dengan penguatan mingguan terbesar dalam lima tahun terakhir.

Indeks Standard & Poor’s 500 AS menguat 4,3% sepanjang pekan lalu, sedangkan imbal hasil obligasi AS bertenor 10 tahun melemah di bawah level 2,9%.

“Pemulihan bursa saham AS mendorong rebound pada keseluruhan bursa di Asia. Penurunan imbal hasil obligasi AS juga memberi nafas dan membuat investor lebih berani mengambil lebih banyak risiko,” ungkap Jonathan Ravelas, kepala analis pasar di BDO Unibank Inc yang berbasis di Manila, seperti dikutip Bloomberg.

 

Saham-saham pendorong IHSG:

Kode

(%)

BBCA

+3,41

HMSP

+1,44

BMRI

+2,11

ASII

+1,81

Saham-saham penekan IHSG:

 Kode

(%)

EPMT

-22,07

CASA

-2,11

AALI

-1,12

BNGA

-0,71

Sumber: Bloomberg

Tag : IHSG, Indeks BEI
Editor : Rustam Agus

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top